"Saya tipe orang yang tidak mau berhubungan dengan peserta pemilu kalau tidak hubungan formal di kantor. Coba lihat track record saya, Anda lihat, pernah nggak saya nerima orang di ruangan saya? Kalau toh saya menerima orang, saya menerima di ruangan lain, pintu selalu saya buka dan ada orang lain yang hadir disana. Saya tipe itu. Saya kira itu penjelasan saya," urai Hadar di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (10/6/2014).
Menurut dia, sebetulnya dia tidak ingin menjawab persoalan ini lagi. Karena jelas pertemuan itu dilakukan secara tak sengaja.
"Jadi malam minggu itu saya pulang dari penutupan bimbingan teknis seluruh Indonesia yang saya hadiri di Kemayoran. Saya pulang lalu saya lapar dan perlu beli makanan. Saya lewat menteng dan yang saya ingat buka sampai malam itu adalah Sate House Senayan Menteng, ya pergilah ke situ, seperti biasa saya menunggu makanan, setelah menunggu makanan, saya jalan keluar, memang saat jalan keluar saya melihat ada Trimedya dan beberapa orang duduk ditempatnya agak jauh dari saya," urainya.
"Saya tidak mau meng-approach mereka karena saya ada urusan. Jadi saya sudah pura-pura lihat, tapi tiba-tiba dia memanggil saya. Tentu kalau ada orang yang saya kenal memanggil saya, saya harus jawab dan hei kata Pak Trimedya, apa kabar mas, dia manggilnya mas kan, kita datang kesana, tidak sampai satu menit, hanya gimana kabar, mas gimana kabar, itu saja, selesai. saya tidak kenal itu namanya siapa? Mayjen siapa?," tambahnya lagi.
Hadar kembali menegaskan dirinya sama sekali tidak kenal dengan Komjen Budi Gunawan. "Mana saya tahu, kenal sama Budi Gunawan saja saya tidak tahu yang mana itu," tegasnya.
Hadar pun mengaku saat Trimedya berbicara dengan beberapa orang dia tak tahu apa yang dibicarakan. Hadar duduk agak jauh di dekat kasir.
"Jadi, saya datang kesitu memang saya lihat, begitu saya duduk, saya duduknya kan pas didepan kasir itu, menunggu pesanan makanan saya yang mau saya bawa pulang. Saya duduk sendiri, saya lihat oh kayak ada Trimedya di ujung sana, tapi saya pura-pura tidak lihat, karena saya merasa nggak perlu untuk ketemmu dia, dia di meja agak tujuh meter dari saya, dan dia rame-rame, ada 4 atau 5 orang lainnya, dan saya tidak tahu siapa orang itu dan saya merasa tidak perlu tahu siapa orang-orang itu," tutupnya.
Budi Gunawan juga sudah membantah pertemuan itu dilakukan dengan sengaja. Dia bertemu karena hendak mampir makan dan tak sengaja ada Trimedya di sana. Tak ada pembicaraan politik yang dilakukan. Pertemuan hanya sekedar tegur sapa. Bantahan juga sudah disampaikan Trimedya.
(idh/ndr)










































