PDB: Prabowo Masih Berpeluang Kalahkan Jokowi

PDB: Prabowo Masih Berpeluang Kalahkan Jokowi

- detikNews
Selasa, 10 Jun 2014 18:33 WIB
PDB: Prabowo Masih Berpeluang Kalahkan Jokowi
Jakarta - Elektabilitas Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK di survei Pusat Data Bersatu (PDB) terpaut 5,7% dengan posisi Jokowi di atas. Namun PDB memprediksi, Prabowo bisa melibas Jokowi di Pilpres 2014 nanti.

"Secara keseluruhan kita melihat tren kenaikan untuk kubu Prabowo-Hatta, sedangkan Jokowi-JK cenderung turun atau stagnan, namun Jokowi-JK masih leading. Nah, leadingnya sampai kapan. Namun kalau melihat tren seperti ini dan tidak diantisipasi oleh timnya, maka tidak menutup kemungkinan Prabowo-Hatta bisa menyalip," kata peneliti senior PDB, Agus Herta S, usai konferensi pers hasil survei PDB di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Jokowi-JK unggul di 3 kota dari 7 kota yang dilakukan survei. Jokowi-JK unggul mutlak di Makassar.

"Di daerah Makassar itu mutlak milik Jokowi-JK, dan mayoritas pemilih sudah mantap. Sedangkan di 2 kota lain masih banyak swing voters. Bila swing voters ini lari ke kubu Prabowo-Hatta, maka ini bisa jadi ancaman bagi kubu Jokowi-JK. Namun jika swing voters ini bisa ditarik oleh Jokowi-JK, maka di dua kota itu mereka masih bisa unggul," katanya.

Sementara itu Prabowo-Hatta unggul mutlak di Medan, dan unggul di Bandung meski masih harus hati-hati karena swing voters masih relatif tinggi. Tinggal Prabowo-Hatta bisa merebut hati swing voters di Bandung, atau malah Jokowi-JK bisa memanfaatkan.

"Nah kalau Jokowi-JK bisa memanfaatkan, maka tidak menutup kemungkinan Jokowi-JK bisa mengambil kesempatan dan Prabowo-Hatta bisa tersalip," katanya.

Lalu apakah setelah debat capres edisi perdana semalam bakal mengubah peta dukungan ke Prabowo dan Jokowi?

"Kalau dilihat dari survei kita, kita tidak melihat ke arah sana. Tapi kalau mencoba membaca, yang melihat urgensi debat itu masyarakat yang ada di kelas mana. Biasanya masyarakat kelas menengah ke bawah kurang begitu tertarik akan apa isi debat itu," katanya.

"Nah debat ini akan cenderung melihat orang-orang swing voters yang bersifat rasional, yang irasional saya kira tidak begitu terpengaruh. Debat itu akan mempengaruhi swing voters yang rasional. Mereka melihat bagaimana gaya pimpinannya, bagaimana gaya bicaranya, bagaimana pola berpikirnya. Untuk secara keseluruhan saya kira pengaruhnya tidak signifikan," imbuhnya.



(van/nrl)


Berita Terkait