Aksi teror tersebut terjadi pada Senin 9 Juni 2014 pukul 19.40 Wita, atau berselang tidak lama setelah azan Isya berkumandang di wilayah tersebut.
"Anggota yang saat itu bertugas sempat melakukan perlawanan," kata Kabagpenum Polri, Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/6/2014).
Salah seorang anggota terkena serpihan peluru di kakinya dan sudah diberikan tindakan medis pasca peluru menyerempet kakinya tersebut.
Hasil olah TKP tadi siang, penyidik menemukan beberapa selongsong peluru yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian. "Ini masih pendalaman forensik dari senjata jenis apa," ujar Agus.
Namun, kesimpulan sementara selongsong tersebut berasal dari dua jenis senjata yang berbeda. Terlihat dari ukuran selongsong yang ditemukan penyidik.
Polri tidak mau gegabah menyebut pelaku adalah dari kelompok sipil bersenjata yang kerap melakukan aksi teror di tengah masyarakat.
(ahy/aan)










































