Diduga Terjadi KKN dalam Proyek Asuransi Telkom

Diduga Terjadi KKN dalam Proyek Asuransi Telkom

- detikNews
Rabu, 22 Des 2004 10:08 WIB
Jakarta - Blora Center menerima laporan dari masyarakat tentang dugaan KKN dalam proyek asuransi Telkom yang berpotensi merugikan negara Rp 93 miliar. Proyek itu meliputi penjaminan asuransi aset Telkom, satelit orbit dan peluncuran satelit Telkom-2 yang dipercayakan kepada Hugs AS, perusahaan satelit terbesar di dunia. Pelaksanaan penjaminan asuransi itu dinilai tidak ditenderkan secara terbuka, tetapi melalui penunjukan langsung kepada broker asuransi PT Sarana Janesia Utama (SJU) dan Asuransi Jasindo. Seluruh kegiatan asuransi ditangani oleh broker asuransi PT SJU. Perusahaan itu didirikan oleh Yayasan Dana Pensiun Jasindo dengan kepemilikan saham 40 persen dari 60 persen Yayasan Dana Pensiun Telkom. Dugaan adanya KKN itu meliputi asuransi aset PT Telkom senilai Rp 19.291.597.487.286 kepada PT Jasindo dengan premi senilai Rp 92 miliar. Jaminan asuransi itu meliputi gedung, terminal umum, jaringan akses dan asesorisnya kecuali kabel bawah tanah selain fiber optik, sentral telepon, sentral teleks dan data, transmisi terrestrial, transmisi satelit, integrated management system (IMS), instalasi alat penunjang, alat pengolah data, komunikasi data dan multi media serta alat perbaikan. Berdasarkan analisa, seharusnya premi yang layak untuk aset Telkom itu Rp 80 miliar. Namun, adanya dugaan KKN itu menyebabkan negara dirugikan sekitar Rp 12 miliar karena PT Telkom harus membayar premi sebesar Rp 92 miliar kepada PT Asuransi Jasindo. Sementara, Telkomsel yang memiliki aset senilai Rp 10,5 triliun hanya diasuransikan Rp 14,5 miliar. Artinya jika dikalikan dua kali aset Telkomsel senilai Rp 21 triliun, preminya hanya mencapai Rp 29 miliar. Dugaan adanya KKN juga dari asuransi orbit satelit Telkom yang dipatok senilai USD 30 juta. Padahal, menurut analisa yang realistis senilai Rp USD 27 juta sehingga terjadi selisih USD 3 juta atau sekitar Rp 27 miliar. Sedangkan asuransi peluncuran satelit Telkom-2 senilai USD 129.521.734 dengan premi dari Asuransi Jasindo diperkirakan senilai 25 persen atau setara USD 32 juta. Berdasarkan informasi yang diperoleh Blora Center, angka itu terlalu tinggi. Menurut perhitungan rasional, seharusnya premi asuransinya 20 persen atau setara dengan USD 26 juta. "Jadi ada selisih sekitar 5 persen atau USD 6 juta," ujar Direktur Blora Center M Jusuf Rizal dalam siaran pers-nya yang diterima detikcom, Rabu (22/12/2004). Blora Center mendesak PT Telkom untuk melakukan klarifikasi terhadap dugaan KKN itu. Ke depan, Blora Center menyarankan meneg BUMN menginstruksikan kepada seluruh BUMN agar tender proyek dilakukan dengan transparan. Sekadar diketahui, Blora Center didirikan para pendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang pilpres lalu. Tempat itu diresmikan SBY, 23 Agustus 2004 silam sebagai pusat komunikasi dirinya dengan publik. Blora Center membuka Kotak Pos 909 bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, atau laporan dugaan KKN. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads