JPPR: Pertanyaan Moderator Debat Kurang Konkret

JPPR: Pertanyaan Moderator Debat Kurang Konkret

- detikNews
Selasa, 10 Jun 2014 12:15 WIB
JPPR: Pertanyaan Moderator Debat Kurang Konkret
Jakarta - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) memberikan sejumlah catatan dalam debat perdana capres-cawapres yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, semalam.

Peneliti JPPR, Maskurudin Hafis mengatakan, dalam menjawab pertanyaan di sesi pertama tentang visi misi, kedua pasangan calon lebih menjawab dari apa yang ada dalam pikiran secara konseptual. Sehingga, paparan yang disampaikan oleh kedua pasangan calon tidak fokus terhadap topik debat yaitu perihal pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum.

"Tidak ada salahnya dalam debat berikutnya, jika kedua pasangan calon atau salah satunya menggunakan visi, misi dan program yang telah disampaikan ke KPU dan membacakan kembali di sesi pertama ini terutama visi dan misi yang berkaitan dengan topik yang dibahas," kata Maskur dalam keterangannya yang diterima detikcom, Selasa (10/6/2014).

Maskur menilai, Topik pembahasan lebih banyak dalam soal demokrasi, lebih-lebih berkaitan dengan demokrasi prosedural seperti sistem pemilihan langsung. Sementara untuk topik pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum, tidak mendapatkan porsi yang banyak.

Padahal tema pemerintahan bersih dan penegakan hukum, secara subtansial jauh lebih penting bagi masyarakat sebagai pertimbangan memilih siapa pasangan calon nanti pada 9 Juli yang layak dipilih dari menyaksikan debat pertama ini.

"Dalam menjawab pertanyaan moderator di sesi pertama dan kedua, Capres Prabowo Subianto menggunakan waktu untuk dirinya lebih banyak dan peran Hatta Rajasa hanya menambahkan jawaban dari sisa waktu dari yang disampaikan oleh Prabowo Subianto. Sementara Jokowi lebih berbagi dalam menjawab pertanyaan dengan Jusuf Kalla baik dalam waktu maupun materi jawabannya," ujarnya.

Dalam menjawab pertanyaan, Maskur mengatakan, kedua pasangan calon tidak menggunakan waktu yang terbatas secara maksimal. Jawaban yang disampaikan seringkali berputar - putar dan diawali dengan pernyataan atau kondisi yang sudah disampaikan oleh moderator.

Berkaitan dengan mengusahakan situasi yang kondusif pada saat debat berlangsung, pernyataan moderator yang diulang-ulang agar pendukung tetap tenang dan tidak bertepuk tangan saat penyampaian jawaban, dapat dijadikan pelajaran debat berikutnya.

Jika yang diinginkan KPU adalah suasana yang kondusif, maka sebaiknya sekalian saja para pendukung tidak diundang didalam ruangan debat tersebut, sehingga tidak menyulitkan moderator untuk selalu mengingatkan disetiap sessi dan akhirnya menganggu proses debat itu sendiri.

"Pertanyaan yang dibuat oleh KPU terlalu panjang. Penjelasan moderator tidak membuat kedua pasangan calon menjawab dengan tetap. Terdapat unsur pertanyaan yang kurang konkret sehingga membuat jawaban melebar.

Menurut Maskur, pelajaran kedepan buat KPU, pertanyaan dapat dibuat secara konkret sehingga menghasilan jawaban yang kongkret. Pertanyaan dapat diawali dengan kasus-kasus kunci yang terjadi selama ini sehingga masyarakat pemilih dan mengukur sejauh mana kualitas jawaban dan pemihakan kepada siapa dari jawaban tersebut.

(idh/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads