Nah, soal barang yang disebut hilang itu ternyata ada di hutan pinus. Menurut seorang saksi, Aming Dodi (45), yang menemukan iPhone dan iPad, serta tas dan sejumlah barang lainnya, semua dia temukan di hutan pinus.
"Pada 17 Mei, sore sekitar jam 3-4 sore saya sedang ngarit di hutan pinus. Ada HP (iPhone) warna hitam sama satu lagi (iPad) warna putih yang pecah," kata Aming di temui di rumahnya di Cikole, Lembang, Selasa (10/6/2014).
Korban ditemukan pedagang kopi tak jauh dari lokasi di pinggir jalan pada 17 Mei dini hari. Saat itu korban kedinginan dengan sweater terikat ke leher. Korban juga tidak memakai alas kaki.
"Ada barang-barang banyak, ada tas warna merah juga. Tapi saya nggak ambil, yang saya ambil HP saja," terang Aming.
Aming sama sekali tak tahu soal peristiwa dugaan pemerkosaan yang dialami mahasiswi Malaysia itu. Sampai seminggu kemudian ada polisi yang datang ke rumahnya dan mengambil HP. Dia tak tahu bagaimana polisi bisa tahu dia menyimpan HP. Selama ini HP itu mati, karena Aming tak tahu menggunakan iPhone.
"Terus saya tunjukin tempat menemukan HP, di sana masih ada tas sama barang-barang lainnya," tutur dia.
Aming sempat diperiksa polisi. Dia mengaku tak tahu sama sekali soal peristiwa yang terjadi. Dia hanya mengarit rumput dan menemukan benda-benda itu. Polisi menyebutkan kalau benda-benda itu sengaja dibuang pelaku.
Hingga kini memang masih misterius, walau polisi menyebut kalau pemerkosaan itu hanya rekayasa. Namun masih banyak kejanggalan soal korban sampai terdampar di Cikole dan kedinginan dengan kondisi mengenaskan.
(avi/ndr)











































