"Kedua calon belum menukik pada solusi yang substansial, belum ditanya studi kasus, ini memang wajar karena semalam masih tahap awal. Saya yakin di debat berikutnya itu nanti ibarat ujian, tidak hanya pilihan ganda saja, sudah sampai pada pertanyaan studi kasus yang itu tentunya sangat dinanti seluruh masyarakat," kata Taufik Kurniawan kepada detikcom, Selasa (10/6/2014).
Di empat debat selanjutnya, Taufik berharap moderator juga mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang substantif sehingga debatnya tidak seperti cerdas cermat lagi. Masyarakat tentu berharap debat yang menarik agar terlihat pula perbedaan visi keduanya.
"Semalam itu masih warming up, masih pengenalan pada masyarakat dan substansinya masih normatif, sama seperti cerdas cermat anak sekolah, cerdas cermat P4. Ke depan saya harap moderator lebih mengarah pada studi kasus tidak hanya opini, sehingga semakin terlihat masyarakat disuguhkan data yang riil dan konkret," kata Taufik.
Taufik lantas mengapresiasi kedua pasangan capres-cawapres yang tetap menjaga persaudaraan. Sehingga sebelum dan sesudah debat pun tetap bersalaman dan bercipika-cipiki.
"Sungguhpun terjadi dinamika politik yang sangat menghangat atau mulai memanas tetapi kita masih dalam kerangka bersaudara, Bhinneka Tunggal Ika, insya Allah tidak ada konflik tidak seperti di Mesir selalu terjadi krisis politik. Di tempat kita ini merupakan teladan yang baik saling berangkulan, saling bersalaman dan itu sangat tidak ternilai terkait perkembangan demokrasi kita," pungkasnya.
(van/trq)










































