"Semua rasa tercampur. Saya mewakili jutaan penduduk Indonesia yah, kalau soal grogi pasti ada," kata Zainal yang juga pengajar di Fakultas Hukum UGM ini saat berbincang dengan detikcom, Selasa (10/6/2014).
Zainal mengaku dia memang bukan seorang presenter. Namun baginya semua yang dijalani merupakan proses belajar. "Saya terbiasa menjadi pengamat, jadi ya belajar lah," ujar pria yang memperoleh gelar master dari Northwestern University, Amerika Serikat ini.
Menurutnya debat tadi malam menunjukan rakyat Indonesia telah memasuki demokrasi yang nyata, bukanya hanya sekedar prosedural."Awal yang bagus, masyarakat bisa mulai memilih karena visi dan misi," ucap dia.
Debat perdana ini menjadi ajang bagi rakyat untuk bisa menilai dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada salah satu pasangan capres. Masih ada beberapa debat lain yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk melihat visi dan misi para capres cawapres.
Zainal mengatakan harusnya publik bisa berbangga hati melihat proses debat yang berlangsung damai. Kedua pasangan calon bisa menyampaikan gagasannya dengan tertib dan bisa saling menghormati satu sama lain.
"Kita sudah belajar demokrasi yang baik, buktinya terlihat tadi malam debat berjalan lancar. Prabowo dikritik seperti semalam tetap tenang. Saya harus angkat topi untuk hal itu," ungkapnya.
(slm/ndr)










































