"Isu Korupsi Pasangan capres-cawapres jawab normatif dan hanya bertumpu pada penguatan institusi penegakkan hukum khususnya KPK. Juga soal perlunya penegakkan hukum pada semua warga negara tanpa pandang bulu," kata Heri saat berbincang dengan detikcom, Selasa (10/6/2014) dini hari.
Menurut Heri seharusnya momen debat kandidat seperti ini dimanfaatkan oleh kedua pasangan capres-cawapres untuk menyampaikan gagasan konkrit. Mereka pun dianggap akan menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi.
"Saya melihat soal pemberantasan korupsi masih belum ada komitmen mendasar sebagai calon pemimpin negara keduanya," imbuh dia.
Mengenai konsekuensi apabila dalam pemerintahan mereka terdapat kasus korupsi pun tak disebut oleh keempat kandidat. Padahal korupsi merupakan musuh bersama masyarakat dan akan meraup banyak simpati masyarakat bila disampaikan dengan baik.
Pada sesi debat Senin (9/6) malam capres Prabowo Subianto menekankan pada gaji penyelenggara negara masih kurang. Padahal untuk berkampanye sebelum menjabat memerlukan biaya yang tidak kecil.
"Demikian di mana-mana, sehingga dia akan ambil dari APBD," kata Prabowo di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin (9/6).
Sementara itu Jokowi lebih menyoroti soal sistem pengawasan pimpinan kepada anak buahnya. Dengan demikian tindakan korupsi dapat dicegah.
"Manajemen pengawasan harus kita jalankan, setiap minggu, setiap hari, setiap jam dan detik demi detik harus kita awasi. Negara kita paling lemah manajemen pengawasannya," tegas Jokowi.
(bpn/kha)










































