Dalam nobar di rumah pemenangan Prabowo-Hatta ini, timses Marwah Daud yang menjadi pemandu acara mengajak para simpatisan menyanyikan lagu 'Garuda di dadaku' dengan lirik yang telah dimodifikasi pada saat-saat jeda debat. Marwah juga mengajak simpatisan berinteraktif dan memanjatkan doa untuk Prabowo-Hatta.
"Jika kita memilih Pak Prabowo, kita akan rebut lagi Indosat, kita akan bangun pabrik pesawat sendiri," kata Marwah membakar semangat simpatisan.
Politisi Gerindra Rachel Maryam yang hadir dalam acara nobar ini pun juga sempat naik ke atas panggung.
"Gimana semangat nontonnya semakin yakin? Kita bangga ya bahwa pemimpin kita berbicara tanpa teks, artinya itu sudah terkonsep di kepalanya, bukan hanya di kertas," kata Rachel kepada para simpatisan.
Sementara itu, simpatisan sendiri sering kali bersorak, terutama saat sesi tanya jawab antar capres-cawapres. Bahkan sejumlah simpatisan berkomentar layaknya sedang menonton bola.
Simpatisan memanas saat pembicaraan tentang HAM berlangsung, takbir dari simpatisan pun berkumandang ketika Prabowo mengklarifikasi isu HAM yang melandanya.
Namun di segmen kelima saat pembicaraan mengenai reformasi birokrasi dan politik anggaran, simpatisan di Rumah Polonia terlihat senyap. Mereka tidak lagi menggebu-gebu seperti sebelumnya. Bahkan sejumlah simpatisan tampak pergi meninggalkan lokasi.
Usai debat selesai, banyak simpatisan yang masih tetap duduk dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Setelah itu acara dilanjutkan dengan deklarasi dukungan terhadap Prabowo-Hatta dari LSM Bangkit Indonesia Damai.
(kha/kha)











































