"Kami bertekad nanti menyempurnakan demokrasi yang sederhana, murah dan tidak membebani rakyat. Demokrasi harus melahirkan putra-putri terbaik. Jadi demokrasi yang betul-betul dari rakyat untuk rakyat, dan betul-betul menuju kemakmuran," kata Hatta di Balai Sarbini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014) malam.
Kemudian Hatta menambahkan, presiden yang dipilih langsung oleh rakyat berarti bertanggung jawab kepada rakyat. Artinya, pasangan capres-cawapres yang terpilih tak bertanggung jawab ke parpol pengusungnya.
"Jangan pernah permisif. Dalam koalisi jangan tunduk pada parpol koalisi saat menjalankan pemerintahan sesuai visi misi yang dikembangkan," kata Hatta.
Hatta juga menegaskan, penempatan menteri pun haruslah dari sumber daya manusia terbaik. Bukan menempatkan posisi menteri pada tokoh parpol koalisi melainkan tenaga ahli.
"Jangan menempatkan pemilihan SDM, baik menteri atau pejabat penting, didasarkan pada alokasi parpol, itu harus tegas dan dijadikan budaya. Memberikan kesempatan pada putra-putri terbaik, atau bahasanya kabinet ahli," ujar Hatta.
"Lalu di dalam pembiayaan, dikatakan demokrasi sangat mahal, maka pemerintahan mendatang melakukan evaluasi kritis dalam pelaksanaan pilkada dan pileg yang dikatakan sarat dengan uang. Kami bertekad nanti menyempurnakan ini," ujar Hatta.
(vid/nrl)











































