"Awalnya cuma berasap, terus meledak. Ada 6 kali ledakan," kata Dudi Thomas, warga sekitar kepada wartawan.
Bus naas tersebut meledak sekitar pukul 17.00 WIB, di Jalan Raya Puncak Kilometer 43, tepatnya di depan Gereja Nehemia, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Dudi Thomas, mengatakan, bus yang tengah mengangkut siswa dan siswi SMA tersebut tiba-tiba meledak saat tengah melaju ke arah Puncak. "Bus dari arah Bogor, mau ke Puncak. Awalnya cuma berasap. Terus berhenti dan meledak," kata Dudi.
Sebelum meledak, puluhan siswa yang berada di dalam bus langsung berhamburan dan menyelamatkan diri. "Setahu saya ngga ada korban jiwa. Tapi belum tahu, belum diperiksa semua. Bus masih berasap," terang Dudi.
Saat ini, jalur Puncak masih ditutup dikedua arah agar proses pemadaman bisa berjalan lancar. Lokasi ledakan bis pun disterilkan dari warga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara satu unit pemadam kebakaran sudah berada di lokasi dan tengah melakukan pemadaman. "Jalur ditutup. Jalananan macet total," kata Alek Perdana, seorang pengendara yang berada di sekitar lokasi.
(mad/ndr)











































