"Kami sudah melaporkan kepada pimpinan tertinggi kami yaitu Kapolri soal hasil perkembangan penyelidikan. Termasuk juga sudah bertemu dengan menteri luar megeri. Jadi nanti kita serahkan kepada Kapolri dan Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan kepada pihak Malaysia melalui kedutaan atau lainnya," terang Kapolda Jabar Irjen Pol M Iriawan di Bandung, Senin (9/6/2014).
"Yang jelas fakta dan keterangan saksi yang kami temukan, demikian hasilnya," tambahnya.
Laporan pemerkosaan itu terjadi bulan lalu. Mahasiswi kedokteran itu mengaku diculik di Jatinangor pada pukul delapan malam saat hendak ke ATM. Dia mengaku dibawa ke Cikole, Lembang dan selama di perjalanan diperkosa di dalam mobil. Dia mengaku kemudian dibuang di Lembang.
Namun pihak kepolisian membeberkan semua bukti sanggahan. "Jam 11 malam dia masih berkomunikasi dengan kekasih atau pacarnya di Medan. Kita sudah konfirmasi pacarnya, tidak ada masalah," terangnya.
Kemudian berkaitan hilangnya handphone dan tablet korban, Ternyata ditemukan di rumah makan di Cikole (Lembang) yang diindikasikan korban sempat ada di sana.
"Lalu hasil visum. Hasil visum dari rumah sakit menyampaikan tidak ada kekerasan pada organ tubuh vitalnya. Dan tidak ada cairan sperma tertinggal," tutup Iriawan.
(bbn/ndr)











































