Soal Koalisi Kebangsaan, PBR Tunggu Sikap Kalla
Rabu, 22 Des 2004 09:20 WIB
Jakarta -
Nasib Koalisi Kebangsaan diyakini akan tamat setelah ketua umum DPP Partai Golkar digenggam M Jusuf Kalla. Partai Bintang Reformasi (PBR) yang menjadi anggota Koalisi Kebangsaan juga telah merasakan hal itu. Tapi, PBR masih menunggu aksi Kalla. Hal ini disampaikan Ketua DPP PBR Zaenal Ma'arif kepada detikcom, Rabu (22/12/2004). "Kita masih menunggu sikap Kalla, karena sebenarnya Golkar-lah yang memelopori dan memimpin koalisi ini," kata Zaenal. Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar M Jusuf Kalla menyiratkan akan mengakhiri kesepakatan dalam Koalisi Kebangsaan. Menurut Kalla, koalisi yang dibangun Golkar, PDIP, PBR, dan PDS bersifat sementara. Dan bagi Kalla yang saat ini menjabat wakil presiden, koalisi itu sudah menjadi masa lalu. Sementara mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung, Selasa (21/12/2004) kemarin mengingatkan Kalla untuk terus melanjutkan Koalisi Kebangsaan. Pasalnya, koalisi itu diteken mengatasnamakan institusi, bukan perorangan, dan Golkar masuk dalam koalisi itu. Meski ada sinyal akan tamat, tapi Zaenal mengaku sebenarnya belumlah tamat, karena ini sebenarnya adalah kesepakatan politik. "Karena itu, kita masih menunggu, siapa tahu ada undangan dari Kalla untuk membahas nasib Koalisi Kebangsaan ini," ungkapnya. Zaenal belum mau berkomentar banyak mengenai koalisi. Tapi, dia membenarkan, saat diteken beberapa bulan lalu, Koalisi Kebangsaan ini sebenarnya dibuat dalam jangka panjang, bukan jangka pendek. Selain kerjasama di parlemen, juga ada kerjasama di daerah-daerah dalam rangka pemilihan kepala daerah. Lantas, apakah PBR akan menggugat Golkar, seandainya memutuskan tali Koalisi Kebangsaan? Zaenal mengaku PBR tidak bisa melakukan gugatan. "Ini kan kesepakatan politik, saya rasa tidak seperti itu," ungkapnya.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































