Eks Ketua BEM Tri Sakti: Prabowo Tak Terlibat Penculikan Aktivis

Eks Ketua BEM Tri Sakti: Prabowo Tak Terlibat Penculikan Aktivis

- detikNews
Senin, 09 Jun 2014 14:31 WIB
Eks Ketua BEM Tri Sakti: Prabowo Tak Terlibat Penculikan Aktivis
Jakarta - Beredar rekomendasi pemecatan Letnan Jenderal Prabowo Subianto dari TNI yang dikeluarkan oleh Dewan Kehormatan Perwira pada 21 Agustus 1998 silam. Namun di mata eks Ketua BEM Tri Sakti, Andre Rosiade, Prabowo tak terkait penculikan aktivis seperti yang dituduhkan Dewan Kehormatan Perwira itu.

"Kalau saya menganggap yang perlu kita pegang itu kan produk hukum bukan DKP. Sudah ada putusan pengadilan ada 11 orang disidang di pengadilan. Dan terbukti secara sah dan meyakinkan di pengadilan Prabowo tidak terlibat kasus penculikan itu," kata Andre kepada wartawan, Senin (9/6/2014).

Keputusan Dewan Kehormatan Perwira, menurut Andre, bukanlah produk hukum. Rekomendasi DKP telah tertutup dengan keputusan hukum tetap yang menyatakan Prabowo tak terlibat penculikan.

"Dan yang penting Prabowo meski tidak bersalah tapi di mengambil alih tanggungjawab karena itu anak buah saya. Tapi setelah diuji di pengadilan ternyata tidak terlibat sama sekali," katanya.

"Ini bedanya dengan Jokowi di kasus Trans Jakarta kok saya disuruh tanggungjawab, sedangkan Prabowo mengambilalih tanggungjawab. Pemimpin itu harus mengambilalih tanggungjawab dari anak buahnya," imbuh Andre.

Andre kemudian menyatakan rasa herannya kenapa masalah penculikan dan tim mawar dimainkan jelang Pilpres 2014 ini. Padahal di Pilpres 2009 silam masalah ini tak disentuh.

"Lalu ke mana Pak Luhut dan Pak Hendropriyono, kenapa pas 2009 tidak meributkan hal itu," katanya.

Andre yang juga pendiri BEM se-Indonesia ini pun telah mendeklarasikan dukungan ke Prabowo Subianto. Dia menegaskan memilih Prabowo karena sesuai dengan agenda reformasi.

"Kita atas nama pendiri BEM SI mendukung Pak Prabowo Subianto. BEM SI ini beranggotakan ketua Ketua BEM masing-masing kampus yang dipilih langsung, sehingga sangat legitimate mewakili kampus. Alasan kita memilih Prabowo-Hatta karena membawa agenda reformasi," pungkasnya.

(van/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads