Lukman Hakim Saifuddin, Dari Gontor Hingga ke Kursi Menag

Lukman Hakim Saifuddin, Dari Gontor Hingga ke Kursi Menag

- detikNews
Senin, 09 Jun 2014 11:06 WIB
Lukman Hakim Saifuddin, Dari Gontor Hingga ke Kursi Menag
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melantik politisi PPP Lukman Hakim Saifuddin sebagai menteri agama pengganti Suryadharma Ali yang tersandung kasus korupsi. Bagaimana perjalanan karier politik Lukman selama ini hingga jadi menteri?

Dari situs pribadinya, Senin (9/6/2014), catatan tentang Lukman sangat lengkap. Mulai dari sekolah dasar hingga kini sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua MPR, dijabarkan.

Lukman mengawali pendidikannya di Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) Manaratul Ulum. Lalu dia melanjutkan pendidikan ke Pondok Modern Gontor, Ponorogo, dan berkuliah di Universitas Islam As-Syafi’iyah, Jakarta.

Keterlibatannya di NU dimulai saat ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) 1985-1988. Selanjutnya pada tahun 1988-1999 berkecimpung di Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU sebagai Wakil Sekretaris, Kepala Bidang Administrasi Umum, Koordinator Program Kajian dan Penelitian, Koordinator Program Pendidikan dan Pelatihan, hingga menjadi Ketua Badan Pengurus periode 1996-1999.

Putra dari mantan menag KH Saifuddin Zuhri ini juga pernah menjadi anggota Majelis Pengarah Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, dan pengajar pada Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta. Menjadi Wakil Ketua Bidang Pengembangan Program Yayasan Saifuddin Zuhri sejak 1994 hingga kini dan anggota Komisi Pengawas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) periode 2004-2007.

Secara resmi, Lukman menjadi pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada awal 1994 sebagai anggota Lembaga Pusat Pendidikan dan Latihan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, lalu menjadi Ketua di lembaga tersebut pada 1999-2003, menjadi Sekretaris Pengurus Harian Pusat DPP PPP periode 2003-2007, dan kini menjadi Ketua DPP PPP Periode 2007-2012. Dia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat sejak 1997 sampai 2014.

Pria kelahiran Jakarta, 25 November 1962 itu memiliki istri bernama Trisna Willy dan tiga orang anak. Dia kini tinggal di kawasan Pasar Minggu, Jaksel.

Dalam laporan kekayaannya ke KPK pada tahun 2009, Lukman memiliki total kekayaan Rp 4,5 miliar dan USD 102.274 pada 2009. Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan yang berada di Tangerang dan Jakarta Selatan, sejumlah kendaraan dan surat berharga miliaran rupiah.

(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads