"Ada seorang kader Gerindra bernama Muhammad Haris. Dia bikin pernyataan di tv. Kami menyatakan bahwa dia bukan Ketua DPP," kata Fadli kepada detikcom, Minggu (8/6/2014).
Fadli menerangkan sejak tahun 2012 Haris hanyalah anggota biasa di partai berlambang kepala burung Garuda itu. Haris bukan Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan partai seperti yang diakuinya.
"Di Gerindra kami solid mendukung Prabowo-Hatta," ujarnya.
Fadli menjanjikan sanksi untuk Haris. Akan ada sanksi yang dijatuhkan lewat komite etik.
"Bisa ditegur atau diberhentikan," ucap Fadli.
(trq/trq)











































