4 Aksi Jokowi Perangi Kampanye Hitam di Pilpres

4 Aksi Jokowi Perangi Kampanye Hitam di Pilpres

- detikNews
Minggu, 08 Jun 2014 06:22 WIB
4 Aksi Jokowi Perangi Kampanye Hitam di Pilpres
Jakarta - Capres Joko Widodo (Jokowi) tidak luput menjadi sasaran tudingan miring saat maju bertarung di Pilpres 2014. Ia punya gaya tersendiri memerangi 'kampanye hitam' mulai dari membagikan poster hingga mengklarifikasi langsung kepada lembaga yang berwenang, seperti 4 aksi ini:

Jokowi diserang mulai dari tudingan dianggap non muslim, keturunan Singapura, capres boneka hingga mencuri start kampanye di Pilpres 2014.

Dalam kampanyenya, suami Iriana ini langsung memberikan klarifikasi kepada para pendukung setianya baik melalui poster hingga orasi-orasi yang lantang membantah tudingan itu. Pria asli Solo ini mengimbau pendukungnya tidak termakan isu-isu tersebut.

Berikut 4 gaya Jokowi memerangi kampanye hitam:

1. Bagikan Poster Saat Naik Haji

Capres Joko Widodo membagi-bagikan poster yang berisi dokumentasi perjalanan ibadah haji dan umrohnya saat blusukan ke Pasar Kebon Kembang Bogor.

Ketika Jokowi tengah blusukan, bergerak menyusuri lorong-lorong pasar Kebon Kembang Bogor, Sabtu (7/6/2014), timses yang ada di belakangnya membagi-bagikan poster kepada warga dan penjual.

Ada dua foto yang ada di dalam poster tersebut. Foto di bagian atas, adalah dokumentasi perjalanan haji Jokowi pada 2003.

Sedangkan pada foto bagian bawah, merupakan foto umroh Jokowi bersama dengan keluarga pada tahun 2012. Jokowi, dalam foto ini, tampil bersama istri dan kedua orang anaknya.

Setelah selama kurang lebih setengah jam berada di pasar, Jokowi lantas kembali ke mobil. Ketika berada di dalam mobil, Jokowi kali ini turun langsung membagi-bagikan poster tersebut kepada warga.

Jokowi meminta kepada para pendukungnya untuk tidak terjerumus kampanye hitam kubu lawan. "Saya sampaikan, jangan kemakan isu-isu. Karena mencari kesalahan dan dosa, yang nggak ada. Jadi yang gampang, cari fitnah, bikin fitnah," kata Jokowi.

"Kalau ada yang tanya, Pak Jokowi, di depannya H itu apa sih," tanya Jokowi ke ratusan pendukungnya.

"Haji," jawab para pendukung kompak.

Jokowi lantas menjelaskan kapan dia menunaikan ibadah haji. Dia juga menjabarkan alasan mengapa dia membagi-bagikan poster dokumentasi perjalanan hajinya.

"Saya terpaksa sedikit sombong, saya edarkan, karena kalau nggak difitnah-fitnah terus," ujar Jokowi.

1. Bagikan Poster Saat Naik Haji

Capres Joko Widodo membagi-bagikan poster yang berisi dokumentasi perjalanan ibadah haji dan umrohnya saat blusukan ke Pasar Kebon Kembang Bogor.

Ketika Jokowi tengah blusukan, bergerak menyusuri lorong-lorong pasar Kebon Kembang Bogor, Sabtu (7/6/2014), timses yang ada di belakangnya membagi-bagikan poster kepada warga dan penjual.

Ada dua foto yang ada di dalam poster tersebut. Foto di bagian atas, adalah dokumentasi perjalanan haji Jokowi pada 2003.

Sedangkan pada foto bagian bawah, merupakan foto umroh Jokowi bersama dengan keluarga pada tahun 2012. Jokowi, dalam foto ini, tampil bersama istri dan kedua orang anaknya.

Setelah selama kurang lebih setengah jam berada di pasar, Jokowi lantas kembali ke mobil. Ketika berada di dalam mobil, Jokowi kali ini turun langsung membagi-bagikan poster tersebut kepada warga.

Jokowi meminta kepada para pendukungnya untuk tidak terjerumus kampanye hitam kubu lawan. "Saya sampaikan, jangan kemakan isu-isu. Karena mencari kesalahan dan dosa, yang nggak ada. Jadi yang gampang, cari fitnah, bikin fitnah," kata Jokowi.

"Kalau ada yang tanya, Pak Jokowi, di depannya H itu apa sih," tanya Jokowi ke ratusan pendukungnya.

"Haji," jawab para pendukung kompak.

Jokowi lantas menjelaskan kapan dia menunaikan ibadah haji. Dia juga menjabarkan alasan mengapa dia membagi-bagikan poster dokumentasi perjalanan hajinya.

"Saya terpaksa sedikit sombong, saya edarkan, karena kalau nggak difitnah-fitnah terus," ujar Jokowi.

2. Wajah Ndeso Gini Keturunan Singapura

Capres Joko Widodo menyinggung sejumlah hal yang disebutnya sebagai kampanye hitam. Politikus PDIP ini pun menggunakan 'wajah ndeso'-nya untuk membantah serangan terhadap dirinya.

"Saya katanya keturunan Singapura... wajah ndeso gini keturunan Singapura. Yang percaya kebangetan itu," ujar Jokowi dalam orasinya di lapangan Siaga, Bojong Gede, Bogor, Sabtu (7/6/2014).

2. Wajah Ndeso Gini Keturunan Singapura

Capres Joko Widodo menyinggung sejumlah hal yang disebutnya sebagai kampanye hitam. Politikus PDIP ini pun menggunakan 'wajah ndeso'-nya untuk membantah serangan terhadap dirinya.

"Saya katanya keturunan Singapura... wajah ndeso gini keturunan Singapura. Yang percaya kebangetan itu," ujar Jokowi dalam orasinya di lapangan Siaga, Bojong Gede, Bogor, Sabtu (7/6/2014).

3. Pemimpin Tidak Mungkin Jadi Boneka

Jokowi juga kembali menangkis isu bahwa dirinya adalah capres 'boneka'. Dia mengatakan sistem presidensiil tidak memungkinkan seseorang pemimpin untuk dijadikan boneka.

"Kita sistem presidensiil yang memilih menteri itu presiden, sejak awal. Kalau mau gabung ke kita, tidak ada bagi-bagi menteri. Saya dan Pak JK bukan ketua partai, kenapa dipilih. Itu artinya kita punya prinsip," ujar Jokowi.

Jokowi juga menyebutkan poin-poin kampanye hitam yang dituduhkan kepada dirinya. Mulai dari isu dia akan menghapuskan sertifikasi guru, sampai penghapusan Raskin.

"Ada lagi isu kalau Jokowi-JK, serifikasi guru akan dihapus. Itu nggak ada, ditambah, iya," ujar Jokowi.

3. Pemimpin Tidak Mungkin Jadi Boneka

Jokowi juga kembali menangkis isu bahwa dirinya adalah capres 'boneka'. Dia mengatakan sistem presidensiil tidak memungkinkan seseorang pemimpin untuk dijadikan boneka.

"Kita sistem presidensiil yang memilih menteri itu presiden, sejak awal. Kalau mau gabung ke kita, tidak ada bagi-bagi menteri. Saya dan Pak JK bukan ketua partai, kenapa dipilih. Itu artinya kita punya prinsip," ujar Jokowi.

Jokowi juga menyebutkan poin-poin kampanye hitam yang dituduhkan kepada dirinya. Mulai dari isu dia akan menghapuskan sertifikasi guru, sampai penghapusan Raskin.

"Ada lagi isu kalau Jokowi-JK, serifikasi guru akan dihapus. Itu nggak ada, ditambah, iya," ujar Jokowi.

4. Klarifikasi ke Bawaslu

Calon presiden Joko Widodo akhirnya memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengklarifikasi terkait tuduhan melakukan kampanye di luar jadwal.

"Tadi sudah kita berikan penjelasan ke Bawaslu mengenai dugaan kampanye. Saat itu kan pengambilan nomor, pas ambil nomor saya perlu mengenalkan nomor itu ke masyarakat. Hanya itu," kata Jokowi di kantor Bawaslu, jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/6/2014).

Jokowi mengaku baru hari ini bisa memberikan penjelasan kepada Bawaslu. Pada pemanggilan pertama, dia mengaku sudah memberikan jawaban tertulis. "Bahwa saat itu tidak ada (penyampaian) visi misi dan program, sudah dijelaskan pakai surat," kata dia.

Saat surat pemanggilan dari Bawaslu yang kedua tiba, Jokowi mengaku sedang di Papua. Bawaslu memangil Jokowi terkait pidatonya usai pengambilan nomor urut di kantor Komisi Pemilihan Umum, Ahad (1/6/2014) lalu. Dalam pidato singkatnya Jokowi mengajak untuk memilih nomor dua. Pidato ini dianggap sebagai kampanye di luar jadwal.

Setelah melakukan kajian hukum, Bawaslu memutuskan Jokowi tidak terbukti melakukan pelanggaran kampanye Pilpres. Jokowi juga tidak terbukti menyampaikan visi-misinya saat pengundian nomor urut.

4. Klarifikasi ke Bawaslu

Calon presiden Joko Widodo akhirnya memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengklarifikasi terkait tuduhan melakukan kampanye di luar jadwal.

"Tadi sudah kita berikan penjelasan ke Bawaslu mengenai dugaan kampanye. Saat itu kan pengambilan nomor, pas ambil nomor saya perlu mengenalkan nomor itu ke masyarakat. Hanya itu," kata Jokowi di kantor Bawaslu, jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/6/2014).

Jokowi mengaku baru hari ini bisa memberikan penjelasan kepada Bawaslu. Pada pemanggilan pertama, dia mengaku sudah memberikan jawaban tertulis. "Bahwa saat itu tidak ada (penyampaian) visi misi dan program, sudah dijelaskan pakai surat," kata dia.

Saat surat pemanggilan dari Bawaslu yang kedua tiba, Jokowi mengaku sedang di Papua. Bawaslu memangil Jokowi terkait pidatonya usai pengambilan nomor urut di kantor Komisi Pemilihan Umum, Ahad (1/6/2014) lalu. Dalam pidato singkatnya Jokowi mengajak untuk memilih nomor dua. Pidato ini dianggap sebagai kampanye di luar jadwal.

Setelah melakukan kajian hukum, Bawaslu memutuskan Jokowi tidak terbukti melakukan pelanggaran kampanye Pilpres. Jokowi juga tidak terbukti menyampaikan visi-misinya saat pengundian nomor urut.
Halaman 2 dari 10
(aan/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads