Prabowo dan Titiek Akan Bertemu di Solo, Bakal Rujuk?

Prabowo dan Titiek Akan Bertemu di Solo, Bakal Rujuk?

- detikNews
Minggu, 08 Jun 2014 06:17 WIB
Prabowo dan Titiek Akan Bertemu di Solo, Bakal Rujuk?
Prabowo dan Titiek bersanding di acara FKPPI pada 3 Juni lalu
Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto hari ini akan menghadiri acara Haul Presiden ke-2 Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Daftar agenda yang diterima detikcom dari tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu tiba di makam Soeharto pada pukul 10.00 WIB.

Pada saat bersamaan mantan istri Prabowo, Siti Hediati Harijadi alias Mbak Titiek juga berada di Astana Giribangun. Pertemuan Prabowo dan Titiek akhir-akhir ini menjadi perhatian publik. Organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN), Perempuan Amanat Indonesia (PUAN), ingin mempersatukan kembali Prabowo dan Titiek yang telah 16 tahun berpisah.

"Kami berencana akan menyatukan kembali Bapak Prabowo dengan Ibu Titiek. Mungkin beginilah takdir mereka. Dulu dipisahkan karena situasi politik, sekarang akan disatukan lagi," kata Ketua DPP PUAN Erwina akhir Mei lalu.

Terkait usulan rujuk ini, Titiek tak menolak maupun menerima. Saat dikonfirmasi usai deklarasi dukungan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Dan Putra-Putri TNI POLRI (FKPPI) untuk duet Prabowo-Hatta di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (3/6/2014) lalu misalnya.

"Nanyanya kok kayak gitu (rujuk), hubungan kok ditanya," kata Titiek sembari tersenyum. Sebelumnya pertanyaan yang sama juga diajukan ke Titiek. Akankah Titiek rujuk dan menjadi istri Prabowo kembali?

"Halah. Udahlah," jawab Titiek sambil mengayunkan tangan di depan wajahnya.

Pada Jumat (6/6/2014) malam, saat menggelar tasyakuran di Museum Soeharto di Kemusuk, Sleman, Yogyakarta Titiek memuji Prabowo sebagai calon presiden yang pantas dipilih.

Menurut Titiek, Prabowo merupakan figur yang tepat membawa kemajuan bangsa. Bangsa ini sangat besar, kaya namun juga komplek dengan berbagai masalah. Sehingga perlu orang-orang yang benar-benar kompeten untuk mempimpinya. "Jangan lupa 9 Juli 2014 menggunakan hak pilihnya, dan memilih nomor 1 (Prabowo-Hatta)" kata Titiek.

(erd/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads