Ada Isu Ancaman Bom, Kondisi Rumah Polonia Tetap Kondusif

Ada Isu Ancaman Bom, Kondisi Rumah Polonia Tetap Kondusif

- detikNews
Sabtu, 07 Jun 2014 21:38 WIB
Ada Isu Ancaman Bom, Kondisi Rumah Polonia Tetap Kondusif
Kondisi Rumah Polonia
Jakarta - Tim pemenangan Prabowo-Hatta mengaku menerima ancaman bom di rumah Polonia melalui sms. Meski begitu, kondisi Rumah Polonia sendiri masih kondusif dan acara deklarasi-deklarasi dukungan tetap berjalan seperti biasa.

Pantauan detikcom, Sabtu (7/6/2014) pukul 21.05 WIB, kegiatan di markas besar tim Prabowo-Hatta itu nampak normal. Meski acara-acara deklarasi dukungan kepada Prabowo-Hatta sudah selesai, puluhan orang masih tampak berada di halaman Rumah Polonia.

Seolah tak terpengaruh dengan adanya isu bom, sejumlah orang terlihat duduk-duduk santai mengobrol di bawah tenda yang ada di halaman rumah. Tampak juga beberapa petugas tengah membersihkan sampah dan merapikan bangku-bangku di halaman. Mobil-mobil pun masih tampak terparkir rapi.

"Kalau menurut saya itu isu bisik-bisik tetangga. Kalau memang ada kan pasti ada gegana. Saya seharian di sini nggak ada apa-apa," ujar anggota Timkamnas Prabowo-Hatta, Derry Drajat.

Menurut Derry, isu ini tidak membuat deklarasi-deklarasi pada hari ini batal. Semua acara berjalan lancar seperti yang telah diagendakan.

"Isu ini tidak lantas menguat, tadi juga tidak sampai ada pihak berwenang yang datang, deklarasi-deklarasi tetap berlangsung. Ini biasalah, orang tidak bertanggung jawab yang punya niat mengacaukan," kata Derry.

Sebelumnya Direktur Komunikasi dan Media Timkamnas Prabowo-Hatta, Budi Purnomo Karjodihardjo, mengaku menerima ancaman bom. Lewat SMS, pelaku dengan nomor 087876018197 itu mengaku akan meledakkan Rumah Polonia bila acara Prabowo-Hatta tak dibubarkan.

"Sejak jam 15.47 WIB, hari Sabtu (7/6) ini, saya Budi Purnomo Karjodihardjo, menerima sms dari nomor: 087876018197. Isi smsnya begini 'Akan ada ledakan di Polonia, lebih baik acara Prabowo dibubarkan agar tidak ada korban'. Saya menerima SMS sebanyak 4 kali. Saya mencoba menghubungi nomor tersebut beberapa kali namun rupanya tidak aktif karena ada mesin penjawab," kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, hari ini.

(trq/trq)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini