Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu pun haqul yakin, duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bisa mengejar elektabilitas pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hatta mengaku, pihaknya juga memiliki survei sendiri terkait tingkat keterpilihan capres dan cawapres yang akan 'bertanding'pada 9 Juli nanti.
"Saya juga punya survei yang mengatakan kami sudah crossing, sudah melewati (Jokowi-JK)," kata Hatta kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/6/2014).
Kalaupun ada survei yang menyebut duet Prabowo-Hatta tertinggal 7 persen dari pasangan Jokowi-JK, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu yakin bisa mengejar. "Bayangkan 2 bulan lalu, itu kan selisihnya 20 persen. Artinya tren kami terus meningkat," kata Hatta.
Dia pun optimistis bisa mengejar elektabilitas Jokowi-JK. Sejumlah strategi telah disiapkan. Antara lain terus melakukan komunikasi politik dengan partai pendukung. "Komunikasi politik tidak boleh putus," kata Hatta.
Komunikasi politik juga terus dilakukan dengan Partai Demokrat. Meski partai berlambang segitiga biru itu menyatakan bersikap netral di pilpres, namun menurut Hatta sebagian petingginya merapat ke duet Prabowo-Hatta. Seperti Marzuki Alie, dan Pramono Edhie Wibowo.
"Dengan bergabungnya Demokrat sendiri diharapkan semakin besar. Toh Demokrat itu memiliki grass root juga, memiliki pendukung, dan memiliki kemampuan organisasi yang baik. Jadi kami tentu mendapatkan tenaga tambahan," papar Hatta.
(erd/ndr)











































