"Muhammadiyah harus dijaga dari kepentingan politik praktis. Oleh karena itu organisasi dan amal usaha Muhammadiyah jangan sampai dipakai untuk kepentingan dukung mendukung Capres. Jika ada warga Muhammadiyah yang ikut Tim Sukses Pilpres itu bersifat individual, jadi kalau punya jabatan di organisasi atau amal usaha Muhammadiyah harus cuti atau nonaktif," kata Izzul, Sabtu (7/6/2014).
RMI juga mengimbau bagi relawannya yang menjabat di Muhammadiyah supaya mengajukan cuti. Izzul juga berharap Muhammadiyah tidak sekedar bersikap netral pasif tetapi lebih bersikap netral aktif.
Muhammadiyah bisa berperan memberi pencerahan kepada masyarakat supaya dapat menjadi pemilih yang cerdas. Muhammadiyah juga dapat menjadi wasit agar Pemilu dapat berjalan Luber dan Jurdil.
"Pengalaman Pileg yang lalu menunjukkan potensi kecurangan sangat besar, maka Muhammadiyah bisa turut berpartisipasi meminimalisir kecurangan Pilpres," tutup Izzul.
(fjp/ndr)











































