"Alangkah terkejutnya saat tanggal 1 Juni jadwal malah berantakan, semua tidak sesuai dengan apa yang tertera di jadwal," keluh salah seorang pengguna KRL Dhi Ajeng KW melalui surel kepada detikcom, Sabtu (7/6/2014).
Sebagai penumpang Commuter Line, Dhi Ajeng merasa dirugikan dari segi waktu. Misalnya waktu tempuh dari Jakarta Kota menuju Bekasi yang sebelumnya memakan waktu hanya 45 menit menjadi 1,5 jam. Hal ini ia alami pada hari Jumat (6/6) kemarin.
Kereta jalur Jakarta kota-Bekasi tiba di Stasiun Cikini pada pukul 17.35 WIB. Merujuk pada jadwal Gapeka 2014 yang dirilis PT KJC, kereta seharusnya tiba pada pukul 17.32 WIB atau 17.46 di Stasiun Cikini.
"Kereta tersebut tidak ada di jadwal, namun penuh sekali sehingga tidak dapat masuk," ungkap Dhi.
Hal senada diungkapkan oleh pengguna KRL lainnya Hidayat Pasaribu. "Semalam itu dari Palmerah menuju ke Sudimara, katanya ada gangguan. Menunggu hampir satu jam, padahal itu bukan jam padat, 10 malam. Itu sangat mengganggu dari segi waktu," terang Hidayat ketika dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (7/6) pagi tadi.
Baik Dhi maupun Hidayat mengkritik kinerja KCJ dan mengharapkan mereka untuk memperketat jadwal keberangkatan maupun kedatangan kereta. "Kembalikan saja jadwal yang lama, lebih ontime," jelas Dhi.
Per tanggal 1 Juni 2014, PT KCJ menambahkan perjalanan kereta Commuter Line Jabodetabek dari 589 perjalanan tiap harinya, menjadi 627 perjalanan dengan 6 jalur perjalanan. Jalur Bogor-Jakarta Kota-Jatinegara dan sebaliknya sebanyak 297 perjalanan.
Kereta Commuter Line jurusan Jakarta Kota-Bekasi dan sebaliknya sejumlah 114 perjalanan. Sebanyak 104 perjalanan kereta tersedia di Jurusan Maja-Serpong-Tanah Abang, begitu juga sebaliknya. Sedangkan kereta Tanah Abang-Duri dan sebaliknya tersedia 46 perjalanan. Kereta Manggarai-Kampung Badan-Duri dan rute sebaliknya tersedia 66 perjalanan.
(trq/trq)











































