"Otaknya Serma R itu, dia yang mengajak kawanannya untuk melakukan perampasan itu," ujar Kasat Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Adex Yudiswan, kepada detikcom, Jumat (6/6/2014).
Adex mengungkapkan, dalam aksinya itu R memegang senjata api untuk menakut-nakuti korbannya.
"Kadang pakai senpi, airsoftgun dan laras panjang," ucapnya.
Dalam aksinya itu, tersangka berpura-pura mengaku sebagai anggota polisi. Salah satu tersangka, menggunakan seragam Polri. Mereka berpura-pura hendak menangkap korban, dengan alasan korban melakukan tindak pidana perjudian atau pengedar VCD porno.
"Ada korban yang memang dia pelaku dan tidak mau melapor karena mengira pelaku memang polisi benaran," imbuhnya.
Komplotan Slamet Cs ini sudah melakukan aksinya sejak Januari-Juni 2014, di 7 lokasi. Salah satu korban mereka, bernama Muhajir 'ditangkap' para pelaku di Jl Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jaksel pada 27 Mei 2014 lalu.
Korban diminta membayar tebusan sebesar Rp 5 juta. Namun, karena korban tidak bisa membayar tebusan itu, komplotan ini lalu membuang korban di tengah jalan dari dalam mobil, hingga korban terluka parah. Akibatnya, korban tewas setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.
(mei/trq)











































