“Orang pada bandel aja. Aku udah bilang, begitu bus kami cukup, kamu kalau mau naik TransJakarta tidak pakai e-Ticketing, nggak usah naik. Lu beli motor aja situ!” ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/6/2014).
Mantan Bupati Belitung itu menegaskan ia tidak berencana untuk mengubah kebijakan penggunaan tiket elektronik karena menurutnya sistem tersebut paling efektif.
“Lu jangan ngatur-ngatur kita. Di Singapura kalau mau naik MRT, tapi nggak punya e-Ticket, bisa naik nggak? Orang sana baik dan nurut semua. Orang sini aja ngelunjak! Apa sih susahnya beli e-Ticketing? Alasan aja!” katanya dengan nada tinggi.
Mantan Bupati Belitung itu pun berpendapat penerapan e-Ticketing sebenarnya dapat meminimalisir adanya kebocoran pendapatan pihak Transjakarta sendiri. “Itu juga ada oknum yang demen nerima cash aja, buat dikantongin.”
Sistem e-Ticketing, menurut Ahok, bisa mempersingkat waktu transaksi. Calon penumpang tak perlu mengantri hanya untuk membeli tiket Transjakarta. Asal saldo mencukupi, calon penumpang hanya perlu menempelkan kartu e-Ticket mereka di pintu masuk.
(fjp/fjp)










































