Hasyim: Munaslub PBNU Tak Perlu Ditanggapi
Selasa, 21 Des 2004 23:25 WIB
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi menyatakan, Munas Luar Biasa (Munaslub) yang digulirkan Gus Dur pada Juni 2005 nanti tidak perlu ditanggapi. Karena Munaslub harus mendapatkan persetujuan dari Rois Suriah PBNU atau Munas Alim Ulama yang didukung separuh lebih pimpinan cabang."Sepanjang (Munaslub) itu masih akan. Tidak perlu ditanggapi, tapi kalau sudah kejadian baru ditanggapi. Karena proses pembentuk Munaslub harus datang dari Rois Suriah PBNU ," kata Hasyim usai acara Seminar Internasional yang bertema Islam and Civil Society di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (21/12/2004). Hasyim juga mempertanyakan legalitas Munaslub yang digulirkan Gus Dur itu. "Lalu kalau di luar PBNU, bagaimana. Dan prosesnya seperti apa," tanya Hasyim. Saat ditanya ada klaim kiai kultural yang mendukung Gus Dur? Hasyim enggan menjawab. "Sebaiknya anda jangan tanya saya. Tanya kiai yang diklaim itu," katanya.Hasyim juga menegaskan, kepengurusan PBNU yang dibentuknya tidak ada yang menolak. "Formatur sudah memandatkan Rois Am dan ketua umum untuk menyempurnakan. Sekarang sudah disempurnakan struktur kepengurusannya," ujarnya. Saat ini, katanya, sudah ada pengganti Gus Solah. "Sudah ada penggantinya. Yang mengumumkan Rois Am bukan saya. Sudah ada nama pengganti Gus Solah dan Gus Mus," tukasnya.Ketika disinggung soal islah yang diajukan Gus Solah, Hasyim menyatakan, sebenarnya kalau mereka sudah masuk dengan sendirinya sudah islah. "Tapi kalo tidak mau kemudian islah, saya mendapat info dari anda saya tidak diberitahu, kan susah," ungkapnya.Gus Solah sudah mendekati soal islah? Hasyim menyatakan belum. "Belum ngomong sendiri, saya hanya baca di koran saja," demikian Hasyim.
(mar/)











































