Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta Bagus Supriyanto (50) berpendapat halte Karet Baru cukup megah dan luas.
"Sudah dipasangi sarana penunjuk arah (guiding block). Sudah dipasangi garis timbul. Ini bagus untuk penunjuk arah bagi teman-teman tuna netra. Sayangnya, halte masih menggunakan tangga saja sehingga teman-teman yang pakai kursi roda tidak bisa naik," terang Bagus yang merupakan tuna netra ini.
Bagus menerangkan, dibandingkan halte Transj lainnya, guiding block bagi tuna netra di Halte Karet Baru lebih bagus. "Yang ini lebih bagus. Guiding blocknya lebih tebal jadi tuna netra lebih merasakan penunjuk arah ini," ujar pengguna setia TransJ ini.
Menurutnya, TransJ merupakan sarana transportasi yang paling mudah diakses kaum difabel, bila dibandingkan dengan sarana lainnya. Di berharap pembangunan halte Transj bisa mengacu Perda Transportasi No 05/2014 di mana tercantum bahwa pemerintah harus menyediakan sarana transportasi yang mudah diakses oleh pengguna difabel.
Diwawancara terpisah, penumpang TransJ Asih Kurniasih (19) mengharapkan kursi tunggu penumpang diperbanyak. "Nyaman sih, tetapi kadang masih suka merasa panas banget," ujar Asih.
(nik/nik)











































