"Selama setahun Jokowi unggul dalam semua survei. Saking kuatnya Jokowi, lawan-lawannya ketakutan sehingga dia digempur dengan fitnah. Beliau difitnah sebagai Kristen, China dan lain-lain. Namun setelah kami melakukan penelusuran dan kajian mendalam tenyata bapak ibunya haji dan hajjah, juga aktif sebagai anggota jam’iyah NU. Meminjam istilah Gus Dur, mereka seneng nuduh orang lain kafir, tapi lali kafire dewe (suka menuduh orang lain kafir tapi lupa kafirnya sendiri)," kata Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar, Kamis (5/6/2014).
Hal itu disampaikan pria yang biasa disapa Cak Imin dalam silaturahmi kiai kampung dalam rangka pemenangan Jokowi-JK di Pondok Pesantren Ar-Roudloh, Pasuruan. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus DPP PKB di antaranya Abdul Malik Haramain dan Jazuli Fawaid serta sejumlah kiai dari luar daerah.
Cak Imin meminta pada ribuan kiai dan bu nyai kampung yang hadir agar menyampaikan bahwa fitnah yang ditujukan pada Jokowi tidak benar. Yang benar, katanya, Jokowi-JK sepakat membangun pemerintahan yang baru yang dibangun melalui asas musyawarah dan menjauhi politik transaksional.
"Hari ini adalah saat yang menentukan bagi perjuangan NU. Istilah Pasuruannya di sana (kubu Prabowo-Hatta) sudah ngumpul minhum (mereka). Posisi minna (kita) dimana? Ya jangan ngumpul minhum," tandasnya.
Wakil Sekjen DPP PKB Abdul Malik Haramain menambahkan, bahwa saat ini perjungan PKB ada dua. Selain menangkal fitnah kepada Jokowi , juga harus berjuang keras mensosialisikan program-programnya.
"Yakinlah, fitnah tidak akan menang. Dimana-mana fitnah tidak akan menang," tandasnya.
(sip/sip)










































