"Di beberapa lembaga survei kita sudah unggul kok," kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Idrus Marham, saat dihubungi, Kamis (5/6/2014).
Idrus tak menjelaskan lebih lanjut ketika ditanya survei-survei manakah yang menunjukkan kemenangan untuk Prabowo-Hatta itu. Dirinya hanya memberikan penilaian terhadap realita lembaga survei di Indonesia.
"Susahnya, lembaga survei di Indonesia itu beda-beda semua," ucap Idrus.
Menurutnya, publik seharusnya lebih membuka mata terhadap survei-survei yang menunjukkan kemenangan Prabowo-Hatta. Selama ini, menurutnya, media massa hanya memuat survei yang menunjukkan kemenangan Jokowi-JK saja.
"Mustinya ambil standar survei yang kita menang dong," harap Sekjen Partai Golkar ini.
Menurut telesurvei Sugeng Sarjadi School of Government (SSSG) terakhir, elektabilitas duet Jokowi-JK mencapai 42,65 persen. Sedangkan Prabowo-Hatta sebesar 28,35 persen. Selisih antara kedua pasangan tersebut sebesar 14,30 persen.
Lembaga Survei Alvara Research Center juga menunjukkan kemenangan Jokowi-JK atas Prabowo-Hatta. Di kalangan muslim kota, elektabilitas Jokowi-JK sebesar 38,8 persen dan Prabowo-Hatta sebesar 29,0 persen.
(dnu/trq)










































