8 Fakta di Balik Pembunuhan Mahasiswi Kebidanan

8 Fakta di Balik Pembunuhan Mahasiswi Kebidanan

- detikNews
Kamis, 05 Jun 2014 18:34 WIB
8 Fakta di Balik Pembunuhan Mahasiswi Kebidanan
Jakarta - Mahasiswi Akademi Kebidanan Desi Sukiman (20) ditemukan tewas di kamar kosnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (3/6/2014) malam. Polisi hingga kini masih terus berusaha mengungkap kasus ini.

Siapa pembunuh kejam yang menghabisi nyawa gadis cantik ini masih misterius. Namun sejumlah fakta sudah terungkap.

Berikut adalah 5 fakta di balik pembunuhan sadis Desi:

Desi Dibunuh dengan Sadis

Desi dibunuh dengan sadis. Polisi menemukan banyak luka sayatan di tubuhnya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Didik Sugiarto luka sayatan ditemukan di bagian mulut, tangan, dan kaki Desi. Tak hanya itu, ada bekas jeratan di leher korban. Diduga Desi juga dibekap dengan handuk kemudian kepalanya dibenturkan ke tembok berkali-kali.

Beberapa luka lebam juga ditemukan di tubuhnya. Namun kondisi terparah ada di bagian wajah dengan beberapa giginya yang tanggal.

Sedangkan saat ditemukan pertama kali oleh teman kosnya, Desi dalam posisi telungkup di dalam kamarnya yang berantakan. Wajah Desi juga telah ditutupi dengan handuk. 

Desi Dibunuh dengan Sadis

Desi dibunuh dengan sadis. Polisi menemukan banyak luka sayatan di tubuhnya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Didik Sugiarto luka sayatan ditemukan di bagian mulut, tangan, dan kaki Desi. Tak hanya itu, ada bekas jeratan di leher korban. Diduga Desi juga dibekap dengan handuk kemudian kepalanya dibenturkan ke tembok berkali-kali.

Beberapa luka lebam juga ditemukan di tubuhnya. Namun kondisi terparah ada di bagian wajah dengan beberapa giginya yang tanggal.

Sedangkan saat ditemukan pertama kali oleh teman kosnya, Desi dalam posisi telungkup di dalam kamarnya yang berantakan. Wajah Desi juga telah ditutupi dengan handuk. 

Pembunuhan Bermodus Pencurian dengan Kekerasan

Hasil penyidikan polisi sementara diketahui pembunuhan ini bermodus aksi pencurian dengan kekerasan. Dugaan ini berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah kejadian.

Jenazah Desi ditemukan di dalam kamar kosnya dalam posisi tertelungkup. Kondisi kamarnya berantakan dan sejumlah barang berharga milik korban hilang.

Kanit Reskrim Polsek Ciracas AKP Jupriono mengatakan bahwa kemungkinan pelaku kaget begitu mengetahui di kamar kos tersebut ada penghuninya. Namun dia menjelaskan dugaan ini masih bisa berubah jika ditemukan fakta baru karena kasus ini masih dalam proses lidik.

Pembunuhan Bermodus Pencurian dengan Kekerasan

Hasil penyidikan polisi sementara diketahui pembunuhan ini bermodus aksi pencurian dengan kekerasan. Dugaan ini berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah kejadian.

Jenazah Desi ditemukan di dalam kamar kosnya dalam posisi tertelungkup. Kondisi kamarnya berantakan dan sejumlah barang berharga milik korban hilang.

Kanit Reskrim Polsek Ciracas AKP Jupriono mengatakan bahwa kemungkinan pelaku kaget begitu mengetahui di kamar kos tersebut ada penghuninya. Namun dia menjelaskan dugaan ini masih bisa berubah jika ditemukan fakta baru karena kasus ini masih dalam proses lidik.

Tak Ada Suara Gaduh Saat Desi Dibunuh

Jenazah Desi ditemukan oleh teman sekosnya pada Selasa (3/6/2014) pukul 21.00 WIB. Polisi masih belum mau mengungkap dengan detail hasil autopsi korban.

Namun Kapolsek Ciracas Komisaris Suwanda mengungkapkan bahwa rentang waktu pembunuhan diperkirakan pada pukul 10.30 WIB sampai dengan waktu maghrib pada hari yang sama dengan penemuannya.

Senada dengan Suwanda, Kanit Reskrim Polsek Ciracas, AKP Jupriono masih merahasiakan hasil autopsi. Lantaran ditakutkan mengganggu hasil penyidikan.

Namun, Jupriono memastikan jika dalam rentang waktu dugaan pembunuhan, tak ada satu pun saksi yang mendengar suara gaduh dari kamar kos Desi.

Tak Ada Suara Gaduh Saat Desi Dibunuh

Jenazah Desi ditemukan oleh teman sekosnya pada Selasa (3/6/2014) pukul 21.00 WIB. Polisi masih belum mau mengungkap dengan detail hasil autopsi korban.

Namun Kapolsek Ciracas Komisaris Suwanda mengungkapkan bahwa rentang waktu pembunuhan diperkirakan pada pukul 10.30 WIB sampai dengan waktu maghrib pada hari yang sama dengan penemuannya.

Senada dengan Suwanda, Kanit Reskrim Polsek Ciracas, AKP Jupriono masih merahasiakan hasil autopsi. Lantaran ditakutkan mengganggu hasil penyidikan.

Namun, Jupriono memastikan jika dalam rentang waktu dugaan pembunuhan, tak ada satu pun saksi yang mendengar suara gaduh dari kamar kos Desi.

Beberapa Jam Sebelum Tewas, Desi Temui Pria Misterius

Sebelum tewas, Desi ternyata sempat menemui seorang pria misterius pada sekitar pukul 11.00 WIB. Ada seorang warga yang melihat Desi berbicara dengan seorang pria yang merokok di bawah pohon mangga.

Tak seorang pun warga di sekitar kos Desi yang mengenal pria tersebut. Kanit Reskrim Polsek Ciracas AKP Jupriono mengakui ada seorang pria yang tak dikenal. Meski begitu pihak kepolisian, polisi belum menemukan titik terang.

Beberapa Jam Sebelum Tewas, Desi Temui Pria Misterius

Sebelum tewas, Desi ternyata sempat menemui seorang pria misterius pada sekitar pukul 11.00 WIB. Ada seorang warga yang melihat Desi berbicara dengan seorang pria yang merokok di bawah pohon mangga.

Tak seorang pun warga di sekitar kos Desi yang mengenal pria tersebut. Kanit Reskrim Polsek Ciracas AKP Jupriono mengakui ada seorang pria yang tak dikenal. Meski begitu pihak kepolisian, polisi belum menemukan titik terang.

Kantongi Identitas Pembunuh Desi, Polisi Mulai Perburuan

Polisi hari ini mengumumkan pihaknya telah berhasil mengungkap identitas pembunuh Desi. Perburuan pun dimulai.

Meski begitu, polisi masih belum mau mengungkapkan siapa pembunuh kejam itu.

Kantongi Identitas Pembunuh Desi, Polisi Mulai Perburuan

Polisi hari ini mengumumkan pihaknya telah berhasil mengungkap identitas pembunuh Desi. Perburuan pun dimulai.

Meski begitu, polisi masih belum mau mengungkapkan siapa pembunuh kejam itu.

Desi Sempat Melawan Saat Hendak Dibunuh

Polisi menduga mahasiswi kebidanan korban pembunuhan di kamar kosnya sempat melakukan perlawanan. Hal ini terlihat dari luka di tubuhnya dan suasana di kamar yang berantakan.

Hasil penyelidikan olah tempat kejadian perkara, polisi mendapati banyak barang berharga yang hilang. Selain itu, korban juga ditutupi handuk wajahnya saat ditemukan.

Desi Sempat Melawan Saat Hendak Dibunuh

Polisi menduga mahasiswi kebidanan korban pembunuhan di kamar kosnya sempat melakukan perlawanan. Hal ini terlihat dari luka di tubuhnya dan suasana di kamar yang berantakan.

Hasil penyelidikan olah tempat kejadian perkara, polisi mendapati banyak barang berharga yang hilang. Selain itu, korban juga ditutupi handuk wajahnya saat ditemukan.

Polisi Dalami Kemungkinan Desi Mengenal Pembunuhnya

Polisi telah mengantongi identitas pelaku pembunuhan Desi. Dugaan mengenai pembunuhan itu dilakukan oleh rekan korban masih ditelusuri.

Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan sambil terus mengumpulkan barang bukti.

Polisi Dalami Kemungkinan Desi Mengenal Pembunuhnya

Polisi telah mengantongi identitas pelaku pembunuhan Desi. Dugaan mengenai pembunuhan itu dilakukan oleh rekan korban masih ditelusuri.

Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan sambil terus mengumpulkan barang bukti.

Kekasih Desi Seorang Tentara Shock dan Menangis

Kematian Desi menyisakan duka bagi kekasihnya yang berprofesi sebagai seorang tentara. Menurut kesaksian para warga sekitar kos, sang kekasih sangat shock dengan peristiwa ini.

Pria berparas tampan dan gagah itu menangis histeris begitu tahu kekasihnya tewas dibunuh. Polisi pun sempat memintai keterangan dari pria tersebut sebagai saksi.

Polisi mengatakan pria yang bertugas di Bandung itu datang setelah mendapat kabar dari teman Desi.

Kekasih Desi Seorang Tentara Shock dan Menangis

Kematian Desi menyisakan duka bagi kekasihnya yang berprofesi sebagai seorang tentara. Menurut kesaksian para warga sekitar kos, sang kekasih sangat shock dengan peristiwa ini.

Pria berparas tampan dan gagah itu menangis histeris begitu tahu kekasihnya tewas dibunuh. Polisi pun sempat memintai keterangan dari pria tersebut sebagai saksi.

Polisi mengatakan pria yang bertugas di Bandung itu datang setelah mendapat kabar dari teman Desi.
Halaman 2 dari 18
(sip/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini