Acara ini digelar di Lapangan Kresna Raya, Indraprasta, Kota Bogor, Kamis (5/6/2014). Di hadapan ratusan hadirin, Bima memperkenalkan Kamir R. Brata Penemu Lubang Resapan Biopori (LRB) dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
"Warga Bogor bangga memiliki Pak Kamir, penemuan dan alat pelubang biopori yang dirancangnya harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkontribusi bagi Bogor yang ramah lingkungan seperti yang kita perjuangkan sekarang," ujar Bima.
"Gerakan massal ini merupakan usaha pencegahan banjir di Bogor, sekaligus bentuk kepedulian warga Bogor terhadap banjir yang terjadi di Jakarta," lanjut Bima Arya.
Acara dilanjutkan dengan ikrar relawan pemberantasan jentik nyamuk dan relawan pembuat lobang biopori untuk mensukseskan gerakan ini.
Pemkot Bogor menurut Bima menargetkan pembuatan seratus enam puluh ribu lebih lubang biopori per bulan, 6 bulan dari sekarang sudah ada sejuta lubang biopori di Bogor.
Bima mengaku optimis dengan program ini. "Saya melihat kesadaran warga Bogor akan lingkungan meningkat, semua ini saya rasakan berawal dari rasa cinta terhadap kota Bogor semakin tinggi, disini kuncinya," jelasnya
"Orang dulu angkat bambu runcing melawan mortir, sekarang kita angkat bor biopori mencegah banjir," tutup Bima Arya.
(fiq/ndr)










































