Seorang saksi mata, Rudi (27) mengatakan, kejadian berawal saat seorang pekerja sedang mengendalikan crane untuk mengangkat besi door seberat 20 ton.
"Pertama diangkat 20 ton, itu nggak apa-apa. Tapi sama operatornya dibilang nggak apa-apa ditambah lagi besinya, padahal anak buahnya bilang sudah miring cranenya. Ketika diangkat yang ketiga, akhirnya tanahnya langsung amblas dan crane roboh, langsung jatuh ke rumah dan warung," jelasnya.
Saat crane roboh, ada sekitar 9 orang yang sedang asyik minum kopi di warung itu.
"Saat roboh ada sekitar 9 orang di dalamnya. Saya langsung teriak 'awas! ada yang roboh!'. Akhirnya mereka berlarian ninggalin warung milik keponakan saya itu," kata Sulaiman, satpam kompleks perumahan.
Saat ini masih terlihat belum ada upaya yang dilakukan pihak proyek pembangunan tersebut untuk membenahi crane yang roboh. Para warga sementara tak boleh melintasi Jalan Pal Batu di lokasi robohnya crane tersebut.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian yang ditaksir akibat rusaknya rumah dan warung kopi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
(rni/mad)










































