"Sudah ditanyakan, apakah ada indikasi ke sana? Namun petugas kesulitan menggali informasi karena korban agak tertutup mengenai peristiwa yang menimpanya," ujar Riftajudin saat ditemui di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (5/6/2014).
Sifat korban yang tertutup saat diperika agak menyulitkan polisi untuk menggali lebih dalam fakta yang terjadi. "Untuk memberitahu secara spesifik apa saja yang hilang dari dalam tasnya, korban juga tidak mau menjelaskan secara rinci," kata Riftajudin.
Saat kejadian, korban yang berprofesi sebagai karyawan karaoke tersebut dirampok dan dianiaya oleh 6 orang pelaku yang diduga masih berusia 20 tahunan. Selain mengambil tas korban yang berisi KTP, kartu ATM dan HP, keenam pelaku juga menendang, memukul serta menjambak rambut wanita malang berusia 25 tahun itu.
Korban yang telah terluka ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku di kawasan TPU. Dia akhirnya ditemukan penjaga makam, sementara pelaku melarikan diri ke arah kawasan Pesanggrahan.
(rni/vid)










































