"Saya dulu Menteri Pertahanan GAM. Saya dicari-cari sampai kepala saya ini bernilai Rp 12 miliar. Tapi karena jasa Pak JK yang tak henti-hentinya menelepon saya hingga bisa mewujudkan perdamaian. Akhirnya dengan keistimewaan daerah, saya minta izin mendirikan Partai Aceh (PA) dan ditandatangani Pak JK. Kalau tidak ada beliau yang damai, tak dapat mimpi Aceh damai," cerita Zakaria penuh semangat, Kamis (5/6/2014).
Hal ini diungkapkannya kepada ribuan simpatisan yang memadati panggung di rumah salah seorang pengusaha ternama Aceh, H Muhammad Syekh Umar, di Jl Profesor A. Madjid Ibrahim (simpang Camat Tijue), Pidie, Sigli, Aceh.
"Saya minta kepada seluruh rakyat Aceh jangan lupa kacang pada kulitnya. Kita orang Aceh apa yang kita bicara itu kita buat," lanjutnya.
Dia juga sempat berkelakar ketika baru turun gunung menghubungi mantan wapres era SBY pukul 00.00 WIB mau dijawabnya, sementara menghubungi camat pukul 21.00 WIB tidak diangkat. Sontak saja itu mengundang tawa semua yang hadir.
"Saya ini mau bantu memenangkan JK yang nomor urut 2, bukan nomor 1 dong. Ingat ya jangan nomor 1 pula. Apa pun alasan, kita tetap komitmen. Jadi dalam hal ini saya mohon kepada Anda balas kebaikannya dengan memilih Jokowi-JK. Hidup nomor 2!" pungkasnya.
(trq/trq)











































