Kepala Kepolisan Sektor Ciracas, Komisaris Suwanda, mengatakan masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap apa yang terjadi sebenarnya pada Desi. Terutama bagaimana cara pelaku membunuhnya.
"Kita berharap hasil autopsi dapat membongkar teka-teki dari kasus ini, namun hasil yang bisa sampaikan rentang waktu pembunuhan diperkirakan sekitar jam 10.30 WIB ke atas, atau sampai dengan magrib, waktu korban ditemukan sudah terbujur kaku," kata Suwanda saat dihubungi detikcom, Kamis (5/6/2014).
Ia enggan membeberkan detil hasil visum korban. Namun secara fisik dipastikan korban mengalami luka parah di bagian wajah. "Detailnya kita tunggu hasil visum," imbuhnya.
Senada dengan Suwanda, Kanit Reskrim Polsek Ciracas, AKP Jupriono masih merahasiakan hasil autopsi. Lantaran ditakutkan mengganggu hasil penyidikan.
Namun, Jupriono memastikan jika dalam rentang waktu dugaan pembunuhan, tak ada satu pun saksi yang mendengar suara gaduh dari kamar kos Desi.
"Tak ada satu pun yang dengar teriakan tetapi kita memiliki keterangan penting yang menjadi saksi kunci dalam kasus ini, hal ini berbuah identitas pelaku sudah kita kantongi," ungkapnya.
(edo/mad)











































