Selisih elektabilitas dua pasang calon presiden dan wakil presiden itu hanya sekitar 5-15 persen. Mereka pun diprediksi bakal bersaing ketat di pilpres pada 9 Juli nanti. Hasil tak jauh beda juga ditunjukkan oleh survei Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG). Dari hasil survei SSSG elektabilitas duet Jokowi-JK mencapai 42,65 persen, sementara Prabowo-Hatta 28,35 persen.
Jokowi angkat bicara terkait elektabilitasnya yang kian dikejar Prabowo-Hatta. Gubernur Jakarta non aktif itu merasa tak ada yang kurang dari kegiatan politiknya. "Tidak ada (yang kurang), karena itu gabungan partai-partai besar berada di sana semua. Jadi nggak ada masalah," kata Jokowi di Sentani, Papua, hari ini Kamis (5/6/2014).
Mantan Wali Kota Surakarta itu mengatakan, pasangan presiden dan wakil presiden yang dikehendaki masyarakat sebenarnya baru bisa diketahui pada 9 Juli nanti. Lalu apa strategi Jokowi?
"Strategi tidak pernah saya bicarakan terbuka, karena strategi. Tapi optimistis (menang). Kami jauh lebih siap," kata pria berusia 53 tahun itu.
(erd/trq)










































