Para pengungsi itu berkewarganegaraan Afganistan. Masing-masing Mahdi, Haidar Gawhari dan Mohammad Jan. Mereka sebaya, masih berusia 16 tahun. Pada Kamis (5/6/2014) mereka terduduk lesu di kantor Polsek Medan Kota, Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Mahdi, yang dapat berkomunikasi dengan bahasa Inggris menyatakan, mengaku mereka bertemu secara tidak sengaja di pesawat Citilink yang membawa mereka dari Jakarta ke Medan. Mereka tiba di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang pada Kamis pagi, dan seterusnya naik taksi menuju Medan. Namun karena tidak tahu mau kemana, sopir taksi lantas menurunkan mereka di Polsek.
Mahdi menyatakan, mereka masing-masing memutuskan kabur karena tidak kerasan di Bogor. Badan mereka yang kecil membuat mereka sering di-bully oleh pengungsi yang berbadan besar. Ada banyak pengungsi di sana, dari Irak, Afganistan, Somalia dan sebagainya.
"Di sana juga banyak minum-minuman keras, dan kasar. Kami tidak suka," kata Mahdi.
Menurut Mahdi, mereka mendengar orang-orang di Medan baik dan tidak suka minum-minuman keras. Mereka mengaku sudah pernah menulis surat keluhan ke pihak UNHCR tapi tidak direspons. Sebab itu mereka memutuskan kabur ke Medan dan berharap dapat penampungan yang bagus di kota ini.
Polsek Medan Kota yang kedatangan tiga pengungsi ini, lantas menghubungi Kantor Imigrasi Medan. Mereka masih menunggu kedatangan pihak imigrasi yang akan menangani ketiganya.
(rul/try)










































