"Masih dalam penyidikan. Baru satu saksi yang diperiksa, si penjaga makam," kata Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Riftajudin kepada detikcom, Kamis (5/6/2014).
Si penjaga makam memberikan kesaksian, ia menemukan SP dengan kondisi penuh luka pukulan. Namun suasana kuburan yang sepi dan gelap sulit bagi saksi untuk mengetahui apa yang dialami karyawati swasta itu.
"Saksi lagi jalan dan melihat korban sudah terluka," kata Rifta.
Lebih lanjut Rifta menjelaskan modus para pelaku. Si tukang ojek, yang diketahui tidak memiliki tempat mangkal, melajukan motor bebeknya secara perlahan sambil menawarkan jasa. Sasarannya wanita. Setelah berhasil mendapat konsumen, maka rekan-rekan si tukang ojek gadungan itu akan mengikuti dari belakang menuju tempat sepi untuk memeras harta korbannya.
"(Pelaku) lewat terus menawarkan jasa, padahal korban tadinya mau naik taksi. Lalu di belakangnya ada 2 motor yang mengikuti," ujar Rifta.
SP dirampok dan dianiaya di kawasan TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jaksel. Kejadian bermula pada Kamis (5/6) sekitar pukul 02.30 WIB, saat SP baru saja pulang kerja dan hendak ke Bogor menggunakan taksi. Namun tawaran ojek datang merayu berujung kemalangan.
(vid/nrl)










































