Setelah menyapa sejumlah pedagang bumbu dan sayur, mantan menteri koordinator perekonomian itupun membeli 15 potong tempe. Hatta kemudian membayarnya dengan uang Rp 200 ribu. "Jangan lupa pilih nomor satu ya. Saya ini pembina pedagang kaki lima," pinta Hatta.
Hatta kemudian melanjutkan 'blusukan' dengan menyusuri pasar. Dia sempat menyapa sejumlah pedagang sambil menggendong beberapa anak pedagang secara bergantian. Tiga kali ia menggendong anak pedagang di pasar itu, yang terakhir ia gendong adalah anak dari penjual emas.
Usai dari pasar, Hatta mengunjungi pondok pesantren Al Mubarok di Kampung Sumur Pecung, Cinanggung, Serang, Banten. Dia bertemu dengan pimpinan pondok pesantren Kiai Haji Mahmudi. Saat Hatta menyampaikan pidato hujan mengguyur kawasan Cinanggung.
(erd/van)











































