Hingga saat ini, ketujuh jenazah korban ruko ambruk masih berada di kamar jenazah RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda. Berikut nama-nama mereka:
1. Kasiran (50) asal Trenggalek
2. Kadori (35) asal Trenggalek
3. Abdul Makruf (29) asal Trenggalek
4. Sujarwo (45) asal Ponorogo
5. Surani (29) asal Ponorogo
6. Toyo (45) asal Ponorogo
7. Sugianto (35) asal Trenggalek
"5 Orang korban lainnya diduga masih tertimbun di reruntuhan bangunan," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, kepada wartawan di kantornya, Jl Slamet Riyadi No 01, Kamis (5/6/2014).
Dari sejumlah perbincangan detikcom bersama dengan pekerja bangunan di lokasi kejadian, diantaranya Doni (16) dan Suroto (48) mengaku melihat salah satu pilar retak-retak. Fakta itu sempat menimbulkan kekhawatiran para pekerja yang sebagian besar didatangkan dari Jawa Timur.
Keganjilan lainnya, dugaan proyek tersebut tidak menggunakan tiang pancang untuk konstruksi bangunan 3 lantai. Itu mencuat setelah sejumlah karyawan kantor swasta di sekitar ruko, tidak pernah mendengar adanya aktivitas pemancangan umumnya konstruksi bangunan lebih dari 2 lantai.
"Saya tidak pernah mendengar adanya aktivitas penanaman tiang pancang. Biasanya kan suara bising tung..tung..tung. Tahu-tahu bangunannya sudah jadi saja," kata karyawan perusahaan asuransi di sekitar lokasi kejadian kepada detikcom.
Selain itu, proyek ruko tersebut dikabarkan tidak menggunakan konsultan perencana. Tidak hanya itu, pekerjaan ruko juga menunjuk sub kontraktor pelaksana untuk melakukan pembangunan. Dikonfirmasi hal itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta tidak membantah.
"Tanpa konsultan? Klaimnya kontraktor telah bekerja sesuai spek pekerjaan. Tapi tim terus kroscek di lapangan. Sedangkan soal itu (menunjuk sub kontraktor), sementara seperti itu," terang Wisnu.
Wisnu menegaskan, terkait kasus ruko ambruk ini, yang bertanggung jawab nantinya akan diungkap oleh penyidik. Pihak yang bertanggung jawab bakal terancam pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain luka-luka dan meninggal dunia.
"Tidak terlalu sulit mengungkap dan membuktikan kasus ini karena fisik bangunan masih ada," tegas Wisnu.
(try/try)











































