Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Kamis (5/6/2014). Menurutnya, operasi simpatik telah berjalan selama 17 hari yang melibatkan seluruh jajaran Polres.
"Operasi ini kita gelar setiap tahunnya untuk bahan evaluasi dalam lakalantas sebagai dibandingkan tahun sebelumnya. Kita mencatat selama 17 hari, ada 27 korban tewas dalam lakalantas," kata Guntur.
Guntur menjelaskan, selama operasi berlangsung, ada 64 kasus kecelakaan. Dari jumlah itu, selain 27 orang tewas, ada 29 orang mengalami luka berat, dan 68 orang luka ringan.
"Sebagian besar korban meninggal merupakan pengendara sepeda motor. Kerugian materil kita perkirakan sekitar Rp 32 juta. Kerugian materil ini dihitung dari kerusakan kendaraan," kata Guntur.
Ada 13.168 pelanggaran lalin. Dari jumlah itu, 2.668 di antaranya ditilang, 10.500 dikenakan teguran.
"Bila melihat dari jumlah pelanggaran lalu lintas saat ini, menunjukan masih lemahnya masyarakat kita dalam menaati aturan berlalu lintas," kata Guntur.
Alasan utama pelanggar lalin adalah terburu-buru. Faktor itu juga yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas. "Banyak pengendara beralasan buru-buru lantas melabrak aturan," tutup Guntur.
(cha/try)










































