Pelajarilah Budaya dan Etos Kerja Bangsa Jerman

Laporan dari Berlin

Pelajarilah Budaya dan Etos Kerja Bangsa Jerman

- detikNews
Rabu, 04 Jun 2014 20:18 WIB
Pelajarilah Budaya dan Etos Kerja Bangsa Jerman
Berlin - Demi kesuksesan karir setelah studi, para pelajar Indonesia perlu mempelajari budaya dan etos kerja bangsa Jerman.

Hal itu disampaikan Chairman SGU Prof. Juergen Grueneberg dalam acara link and match bertema Inspirational Dialogue II: ”Successful Study towards Prospective Job” antara pelajar Indonesia dan dunia kerja Jerman di Berlin, Selasa (3 Juni 2014).

Bangsa Jerman dikenal sangat rasional dalam bertindak, berdisiplin tinggi, bekerja keras, berorientasi sukses, tidak hedonis, hemat dan bersahaja, suka menabung atau investasi. Selain itu bangsa Jerman juga sangat memprioritaskan kejujuran dan integritas, serta menghargai waktu.

”Menguasai budaya dan etos kerja bangsa Jerman bisa menunjang kesuksesan karir, baik untuk bekerja di Jerman maupun perusahaan Jerman di Indonesia,” demikian Prof. Grueneberg memotivasi.

Sebelumnya Dubes RI untuk Jerman Dr. Ing. Fauzi Bowo menyampaikan bahwa kemampuan untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan sektor profesional telah menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia sejak lama.

”Para pelajar Indonesia di Jerman hendaknya dapat memanfaatkan keahlian dan pengetahuan yang diperoleh untuk kepentingan pembangunan nasional, sekaligus menjadi duta persahabatan Indonesia-Jerman,” ujar Dubes.

Sementara itu Senior Expert Airbus Agus Pramono berbagi pengalaman dalam pengembangan karirnya sebagai expatriat Indonesia di Jerman. Agus menyarankan agar para pencari kerja memiliki expertise di bidang yang ditekuni, kemampuan bahasa Inggris yang baik, keterampilan IT, dan keterampilan berkomunikasi.

Pada kesempatan sama, Presiden Direktur/CEO PT. Siemens Indonesia Josef Winter mendorong para pelajar Indonesia di Jerman untuk terus berinovasi dalam menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia seperti infrastruktur dan energi.

Winter juga memaparkan solusi-solusi teknologi yang ditawarkan oleh grup perusahaannya, yang mungkin saja membuat para pelajar tertarik. Dia memandang bahwa Indonesia masih punya peluang dan iklim pertumbuhan yang sangat baik.


Kegiatan yang dipadati oleh para pelajar Indonesia dari berbagai daerah di Jerman ini menurut keterangan Sekretaris II Fungsi Pensosbud Fattah Hardiwinangun digelar oleh KBRI Berlin dalam upaya memfasilitasi terjalinnya networking awal antara pelajar Indonesia dengan perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia.

"Pada sisi lain kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran kepada dunia industri Jerman mengenai potensi pelajar Indonesia sebagai tenaga profesional dan kompeten," pungkas Fattah.

Jerman sebagai negara dengan tingkat penguasaan teknologi yang tinggi dan industri sangat kompetitif masih terus menjadi salah satu negara tujuan belajar di kalangan pelajar dan akademisi Indonesia. Saat ini terdapat 3.425 WNI yang sedang menempuh pendidikan di Jerman dan jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah setiap tahunnya.

Acara ditutup dengan peluncuran buku Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Berlin berjudul "Indonesia Kita Tahun 2030", yang berisi kumpulan esai sebagai bentuk kontribusi pemikiran positif PPI Berlin bagi pembangunan Indonesia.

Sebelumnya, pada 2013 KBRI Berlin juga telah menyelenggarakan Inspirational Dialogue I disela-sela Update from Region: Papua in Focus, yang memfokuskan pada potensi pelajar Papua di Jerman, untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan segera terlibat dalam pembangunan di tanah kelahiran mereka.




(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads