Sofyan, salah satu anggota Tim SAR, mengatakan dua korban tewas yang baru ditemukan atas nama Sugianto asal Trenggalek dan Toyo asal Ponorogo. Keduanya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada Rabu (5/6/2014) malam ini, pukul 18.22 WITA serta pukul 18.37 WITA.
Saat ditemukan, jenazah keduanya sudah memunculkan bau tidak sedap. Sugianto ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan himpitan beton lantai yang diduga kuat mengakibatkan dia sulit bernafas. Sementara Toyo ditemukan tidak jauh dari jenazah Sugianto, juga tertimpa beton dengan kedua kaki terlipat.
"Toyo itu posisinya seperti orang sedang sujud, kakinya terlipat dan punggungnya tertindih (beton)," ujar petugas SAR, Sofyan, kepada wartawan usai evakuasi.
Sofyan menjelaskan, secara umum proses evakuasi tidak sulit, meski terkendala beberapa langkah untuk memotong lantai beton. Evakuasi akan dilanjutkan malam ini.
"Tapi kita lebih utamakan misi kemanusiaan, memotong lantai beton itu ada teknisnya. Meskipun korban sudah tidak bernyawa, dia tetap manusia dan jangan sampai semakin tertindih. Itulah, misi kemanusiaan lebih kita kedepankan dan proses evakuasi memang harus hati-hati," ujar Sofyan memaparkan.
Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia sementara bertambah menjadi tujuh orang. Lima orang lainnya belum ditemukan. Sementara 72 orang pekerja berhasil selamat dari musibah tersebut.
Berikut nama lima pekerja yang belum ditemukan:
1. Toni
2. Rudi
3. Jono
4. Jarwanto
5. Peron Pamudi
(ahy/idh)











































