Pengamatan detikcom di lokasi, Rabu (4/6/2014), tim Puslabfor Polri yang dipimpin AKBP Sudi Haryono dan 3 anggotanya masing-masing Kompol Handi, AKP Agus Santosa serta AKP Sudriyo, tiba di lokasi sekitar pukul 15.15 WITA. Mereka didampingi tim Inafis Polda Kaltim AKP Habib dan Bripka Siswandoyo.
Tim Puslabfor sempat melihat-lihat konstruksi bangunan 3 ruko kembarannya sekaligus mendokumentasikan melalui kamera digital. Sekitar pukul 15.25 WITA, petugas Puslabfor melakukan uji mutu beton di lokasi melalui peralatan uji tekanan atau beban yang mereka bawa.
"Ukur ukuran panjang dan lebar kolomnya," kata AKBP Sudi Haryono di lokasi.
Tidak hanya itu, tim Puslabfor juga memeriksa komposisi besi tulangan yang menjadi syarat konstruksi bangunan beton bertulang. Beton bertulang menjadi susunan konstruksi lantai, dinding, dan konstruksi pilar-pilar bangunan.
"Ini semua bagian dari upaya penyelidikan kepolisian terkait peristiwa ini. Tim Labfor mencari penyebab bangunan runtuh dan mencari pilar retak yang disebut-sebut sebagai penyebab runtuh. Tapi tim belum menemukan penyebabnya (bangunan ambruk)," kata AKP Habib.
Hujan sempat turun saat proses penyelidikan berlangsung sekitar pukul 16.38 WITA, tim Puslabfor menghentikan sementara proses evakuasi dan proses penyelidikan. Namun beberapa saat kemudian kembali melakukan aktivitas mereka. Rencananya penyelidikan Labfor dilanjutkan Kamis (5/6) besok, sebelum kembali ke Surabaya.
Sebagaimana diketahui, bangunan ruko 3 lantai di Jl Jenderal A Yani, Kompleks Cendrawasih Permai, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, rubuh pada Selasa (3/6) kemarin. Insiden itu menyebabkan 5 orang tewas dan 7 lainnya tertimbun.
(bal/iqb)











































