Didemo karena Cekcok dengan Warga, Berikut Penjelasan Bupati Kampar

Didemo karena Cekcok dengan Warga, Berikut Penjelasan Bupati Kampar

- detikNews
Rabu, 04 Jun 2014 18:17 WIB
Didemo karena Cekcok dengan Warga, Berikut Penjelasan Bupati Kampar
Demo warga Kampar hari ini (Foto: Chaidir AT/detikcom)
Pekanbaru - Sekelompok warga melakukan aksi demo memblokir badan jalan lintas Riau-Sumatera Barat. Mereka memprotes Bupati Kampar Jefry Noer yang cekcok dengan warga.

Berikut penjelasan Jefry Noer kepada detikcom, Rabu (4/6/2014). Kejadian berawal pada Sabtu (31/5/2014) sekitar pukul 15:30 WIB. Jefry bersama istrinya berencana berangkat ke lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Dusun Batang Kulim, Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampar Timur.

Hanya ada 3 orang dalam mobil Cygnus, termasuk sopir yang juga ajudan, Very Ilhami. Tiba di lokasi, rombongan mendapati sepasang suami istri, Jamal dan Nurasmi. Pasutri ini membuat pagar di lahan yang diklaim miliknya.

"Turun dari mobil saya sempat tanya baik-baik kepada pasangan suami istri itu. Kenapa mereka melakukan pemagaran di lahan yang sudah diganti rugi," kata Jefry.

Pasutri tersebut emosi. "Saya tidak ada urusan dengan kamu, ini lahan saya," kata Nursima sebagaimana ditirukan Jefry.

Mendengar bahasa yang tak mengenakkan itu, Jefry kemudian menyuruh pasutri itu keluar dari lahan. Sambil berjalan, Nurasmi mengumpat dengan kata-kata kotor. Ia berpapasan dengan Eva Yuliana, istri Jefry Noer.

"Keluar sajalah dulu, Bu," kata Eva berusaha merangkul Nurasmi.

"Tapi rangkulan itu justru dibalas Nurasmi dengan menyikut dada istri saya. Hingga istri saya nyaris tersungkur. Nurasmi masih berusaha menjambak rambut istri saya," kata Jefry.

Melihat situasi itu, lanjut Jefry, Very yang merupakan anggota kepolisian itu berusaha melerai. Pasutri tersebut kemudian pergi menggunakan sepeda motor.

Setelah pasangan suami istri itu pergi, Jefry dan rombongan meninjau lokasi lain. Sekitar pukul 17:00 WIB, Jefry, Eva dan Very keluar dari lokasi. Belum jauh kendaraan berjalan, Very yang menyetir mobil melihat ada sepeda motor melintang di jalan. Kemudian ada sekitar 8 orang menanti di sana.

Mobil berhenti dan Jefry turun. Namun saat Very melihat ada seorang lelaki mengacungkan parang panjang, dia turun dan meminta supaya parang itu diletakkan. Permintaan tak dihiraukan, Very menarik pistol yang terselip di pinggangnya dan mengacungkan ke atas sembari menyuruh lelaki itu meletakkan parang tadi.

"Sebagai ajudan, saya punya kewajiban melindungi pejabat negara," ujar Very ditirukan Jefry.

(cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads