Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon mengatakan hasil survei tersebut hanya sebagai alat potret. Survei tidak menunjukkan hasil pilpres sebenarnya yang baru akan dilaksanakan pada 9 Juli mendatang.
"Ya, ini kan masih tahap sekarang. Ini kan cuma alat potretnya saja, nanti yang menentukan juga rakyat. Bahkan tiga hari menjelang Pemilu akan berubah. Enggak jamin itu," kata Fadli di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Rabu (4/6/2014).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku tetap optimistis duet Prabowo-Hatta akan menang di pilpres nanti. Apalagi dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang terus bermunculan. Dari survei internal Gerindra menurut Fadli, elektabilitas mantan Komandan Jenderal Kopassus itu terus nai.
Fadli yakin elektabilitas Prabowo-Hatta akan terus naik hingga di atas angka 45 persen. Bahkan saat Pemilu Presiden nanti perolehan suara Prabowo-Hatta bisa menembus 60 persen.
"Kami optimisme itu karena mesin sedang bergerak. Salah satu contoh panggung rakyat yaitu antrian deklarasi dukungan yang terus muncul tanpa kita pungut bayaran dan tidak kita berikan apa-apa," kata Fadli.
Hari ini survei Populi Center merilis elektabilitas Jokowi-JK unggul dibandingkan Prabowo-Hatta. Pasangan Jokowi-JK memperoleh elektabilitas 47,5 persen. Sementara, Prabowo-Hatta meraih 36,9 persen. Metode survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka di 33 provinsi mulai dari 24 Mei sampai 29 Mei 2014.
Responden yang digunakan dalam survei mencapai 1500 yang dipilih secara acak bertingkat dengan margin of error kurang lebih 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(hat/erd)











































