"Presiden yang akan datang seharusnya memiliki integritas yang mantap. Untuk itu dia harus memiliki IQ, EQ dan SQ yang berimbang. Merekalah yang disebut The Men of Integrity," kata TB kepada detikcom, Rabu (4/6/2014).
Menurut TB, seseorang yang memiliki IQ tinggi, tapi tidak diimbangi oleh EQ dan SQ yang tinggi pula, bisa menjadi berbahaya. Dia mencontohkan beberapa tokoh dunia yang memiliki IQ tinggi namun tak diimbangi dengan EQ dan SQ.
"Koruptor yang IQ-nya tinggi bisa menjual negara tanpa disadari rakyatnya dan bisa tidak diketahui atau dilacak oleh aparat hukum termasuk KPK karena sangat cerdas dan licik," ujar Dosen Lemhanas Bidang Kepemimpinan ini.
TB mengatakan Jokowi sangat menyadari pentingnya EQ dan SQ, disamping IQ. Itulah sebabnya Jokowi menekankan perlunya pembentukan karakter sejak pendidikan dasar, menengah dan selanjutnya.
"Jokowi berjanji apabila dia jadi presiden maka program ini akan dilaksanakan dengan mantap," ujar mantan tim pemenangan SBY-Boediono di Pemilu 2009 ini.
Sebelumnya Wasekjen PKS Fahri Hamzah membanggakan IQ Prabowo Subianto. Fahri menyebut IQ Prabowo 152. Nilai itu diketahuinya dari tim sukses Prabowo-Hatta yang telah melihat hasil tes kesehatan Prabowo.
(trq/erd)










































