Salah satu petugas TransJ yang biasa berjaga di Halte Dukuh Atas, Ade mengatakan kejadian pencopetan ini bukan cuma sekali. Para penumpang diharapkan lebih waspada menjaga barang-barang berharganya.
"Iya, hal ini (pencopetan) memang rentan, karena halte transit dan orang banyak pindah-pindah koridor," kata Ade saat ditemui di Halte Dukuh Atas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Ade mengatakan, pihak UP TransJakarta sendiri terus meningkatkan pengamanan demi kenyamanan para penumpang. "Kalau masalah keamanan kita sudah antisipasi, buktinya petugas kita sudah menggagalkan copetnya," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Dian (20) mahasiswi yang sehari-hari menggunakan jasa transportasi bus khusus ini, mengatakan sempat melihat insiden copet di bus TransJ tadi pagi.
"Iya tahu (ada pencopetan), tapi saya enggak lihat persisnya sih. Cuma tadi pasa sampai sini lagi pada ribut-ribut tentang copet, katanya ambil HP," ucap gadis yang rumahnya di Rawamangun ini.
Dian berharap pihak TransJ lebih memperketat pengamanan bagi para penumpang terutama pada saat jam padat seperti jam orang pergi dan pulang kerja. Selain itu Dian juga berharap agar petugas bisa lebih tegas mengatur penumpang.
"Kan banyak itu penumpang nyelonong masuk bus, padahal di dalam sudah padat banget. Mereka enggak dengerin petugasnya, sudah dibilang penuh malah tetap masuk. Jadinya kan semakin menambah kesempatan copet di tempat sempit," sarannya.
(slm/nwk)










































