"Pilpres itu kan ibarat kita mau naik bus. Presiden ibarat sopir, dan Wapres ibarat kernet. Nah, tim sukses itu ibarat calo penumpang di terminal," kata Nusron dalam siaran pers, Rabu (4/6/2014).
Mahfud Md, menurut Nusron, bukan calo sembarangan. Tapi kepala calo terminal, tapi bukan dalam makna sebenarnya.
"Sopirnya Jokowi, kernetnya Jusuf Kalla. Pak Jusuf Kalla ini jelas ke-NU-annya, 24 Karat. Kalau ada tokoh NU seperti Pak Mahfud Md, itu kan koordinator calo penumpang di terminal. Masak kita ikut calo, ya harus ikut sopir atau kernet donk... hahaha," katanya.
Nusron Wahid adalah salah satu Pimpinan Badan Otonom di lingkungan NU yang terang-terangan memberikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Selain Nusron Wahid, Khofifah Indar Parawansa yang Ketua Umum Muslimat NU juga terlibat aktif dalam pemenangan Jokowi- Jusuf Kalla.
Akibat dukungan yang diberikan kepada Jokowi-JK ini, bahkan Nusron Wahid yang juga merupakan anggota DPR terpilih dengan suara terbanyak dari Partai Golkar sudah mendapat teguran dari DPP Partai Golkar dan dipindah posisinya dari Komisi XI ke Komisi VIII.
(van/try)











































