Kisah Suroto Lolos dari Maut Setelah 5 Jam Tertimbun Puing Ruko Ambruk

Kisah Suroto Lolos dari Maut Setelah 5 Jam Tertimbun Puing Ruko Ambruk

- detikNews
Rabu, 04 Jun 2014 16:27 WIB
Kisah Suroto Lolos dari Maut Setelah 5 Jam Tertimbun Puing Ruko Ambruk
Foto: Saud Rosadi/detikcom
Samarinda - Pekerja asal Nganjuk, Suroto (46), berhasil dievakuasi usai tertimbun selama 5 jam pasca insiden ambruknya bangunan ruko tiga lantai di Samarinda, Kalimantan Timur. Bagaimana kisah Suroto lolos dari maut?

Detikcom menemui Suroto sekitar pukul 15.00 WITA tadi saat dia bersama seorang rekannya menyaksikan reruntuhan bangunan ruko yang tengah dikerjakannya. Tidak pernah dia duga kalau ruko sepanjang 100 meter dan lebar 25 meter itu akan ambruk.

Pada Selasa (4/6/2014) kemarin, sesaat sebelum ambruk, sekitar pukul 05.00 WITA dia bermaksud ingin istirahat. Namun belakangan, lantai 2 ruko yang dia tiduri tiba-tiba ambruk sesaat usai terdengar akan runtuh.

"Saya posisi akan tidur memiringkan badan. Begitu kepala saya menengok ke kanan, terdengar krek...langsung ambruk. Tempat tidur yang saya ambelas ke bawah," kata Suroto dalam perbincangan bersama detikcom, Rabu (4/6/2014).

Seketika usai ambruk, reruntuhan material bangunan menimpa badannya dan dia pun terjepit. Seketika saat terjepit, suasana gelap disertai hawa udara cukup pengap di sekitarnya, membuat dia sempat pasrah saat itu.

"Saya pasrah. Tapi beberapa jam kemudian saya mendengar suara anak saya, Ali (21), memanggil-manggil saya. Saya kembali semangat meski dada saya sesak, sulit bernafas," ujar Suroto.

"Saya gali-gali tanah, terus saya gali pakai tangan. Beruntung saya tidak terlalu terjepit ada sedikit ruang gerak saya. Di celah reruntuhan ada sedikit cahaya matahari. Saya terus menggali mendekati cahaya itu," kenangnya.

Hampir 5 jam, dia pun mendengar suara orang-orang yang tengah mencarinya dari luar reruntuhan. Suara itu terdengar tidak begitu jelas namun dia yakin suara itu mencari-cari dia dan pekerja lainnya di dalam reruntuhan.

"Suara saya terdengar dari luar. Saya dehidrasi dan syukur Alhamdulillah saya bisa diberi minum melalui selang," sebutnya.

Tim SAR yang berada dari luar berupaya keras mengeluarkannya dari reruntuhan secara perlahan-lahan. Akhirnya, Suroto pun berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.24 WITA.

"Alhamdulillah. Saya di rumah sakit diperiksa dokter, Alhamdulillah saya tidak parah, seperti patah tulang. Hanya tangan saya terluka sedikit karena saya berusaha melepaskan jepitan plywood dari tangan saya," ungkap dia.

"Saya menolak diinfus karena saya merasa tidak apa-apa. Saya juga sempat di-rontgen. Sekali lagi saya bersyukur bisa selamat dari musibah ini. Meski memang dada saya masih sakit mungkin karena terlalu banyak menghirup debu," jelasnya.

Malam hari sekitar pukul 19.00 WITA, Suroto pun diperbolehkan pulang. Memang, dari kondisi fisiknya, nyaris tidak terlihat bahwa dia harus berjuang dan bertahan dindalam reruntuhan selama 5 jam. Namun Tuhan berkata lain dan dia pun selamat dari insiden maut itu.


(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads